May 06 2008
Archive for the 'Uncategorized' Category
Mar 06 2008
“GEBRAKAN” SASTRA DARI MAKASSAR
Media citizen journalism Panyingkul! (www.panyingkul.com), kafe baca Biblioholic, penerbit Nala Cipta Litera dan Forum Tenda Kata meluncurkan inisiatif Sastra dari Makassar, upaya yang dikerjakan secara independen dengan mengandalkan partisipasi lembaga dan individu yang memiliki kepedulian menggairahkan kegiatan sastra kontemporer di Makassar, khususnya di kalangan kaum muda.
Sastra dari Makassar merancang program berkelanjutan sepanjang tahun melalui kelas apresiasi sastra, workshop penulisan, penerbitan karya sastra, dan pemberian beasiswa penulisan karya sastra bagi penulis muda.
Sebagai langkah awal, Sastra dari Makassar akan menggelar diskusi dan peluncuran dua buku penulis Makassar, yakni Kumpulan Puisi “Aku Hendak Pindah Rumah” karya M. Aan Mansyur dan Kumpulan Cerita Pendek “Makkunrai” karya Lily Yulianti Farid, yang diterbitkan oleh Nala Cipta Litera Makassar. Pembacaan puisi dan cerita pendek yang dirangkai dengan diskusi dan workshop akan digelar di sejumlah stasiun radio, kantong-kantong komunitas sastra, rumah baca, kampus dan sekolah menengah atas pada bulan Maret dan April 2008.
Feb 22 2008
RINDU LAGU LUGU DARI MASA KECIL DULU
Tante Gode’
Naik di Becak
Becak ta’ putar
Tante Gode’ ta’ lempar.. 
Lagu diatas saya nyanyikan dengan riang bersama kawan-kawan satu SD saya di Kota Maros, sebuah ibukota kabupaten yang berjarak kurang lebih 30 km dari Makassar. Seuntai lagu lugu nan kocak yang disadari atau tidak menyinggung soal bentuk tubuh seseorang yang gode’ (atau gemuk). Sepulang sekolah, secara beramai-ramai kami kembali kerumah dengan berjalan kaki sembari menyanyikan lagu itu disepanjang jalan. Tawa kami meledak usai lagu itu dinyanyikan. Suatu hari saat kami (4 orang anak termasuk saya yang ketika itu masih duduk di kelas 5 SD) beramai-ramai mendendangkan lagu bernada “sinis” tapi jenaka itu dengan suara kencang. Mendadak sebuah becak berhenti tepat didepan kami.
Spontan kami terkejut apalagi saat melihat seorang ibu berbadan gode’ dan gede keluar dari becak tadi seraya menatap kami dengan tajam sembari berkacak pinggang. “Eh, anak-anak, jangan coba-coba lagi kalian menyanyi lagu itu ya?. Itu bikin saya marah. Awas kalian!” kata ibu itu sambil mengepalkan tinju ke arah kami. Seketika kami semua ketakutan. Kaki saya gemetaran. Belum sempat pulih dari keterkejutan, tiba-tiba kepala kami satu persatu “dihadiahi” kandatto’ alias jitakan dari ibu tadi. Sembari bersungut-sungut, ibu tadi menaiki becak. Saya sempat melirik ke arah si tukang becak yang terlihat menahan tawanya. “Ciddako’ (rasain kamu) nak!, makanya jangan nyanyi lagu sembarangan!,” kata si tukang becak sambil menatap ngeledek kami satu persatu.
Feb 22 2008
JIKA BLOGGER JADI FOTO MODEL
Wah..blogger ternyata bisa jadi model iklan. Lihat saja gaya Rara dkk dari komunitas blogger Anging Mammiri Makassar yang menjadi bintang iklan salah satu provider seluler di majalah Makassar Terkini edisi Februari 2008 di atas. Selamat ya!
Wah..kapan ya blogger narsis, lugu dan montok memprihatinkan seperti saya ini dapat kesempatan jadi foto model juga? hehehe..
Feb 22 2008
Test Posting dengan Blogdesk
Posting ini saya coba test dengan software blogdesk. Dan ternyata BISA!
Silahkan baca panduan menggunakan Blogdesk
di sini
Salut buat DagDigDug!
Makan-makan!! ![]()
Comments Off
Feb 20 2008
BUKU BARU DARI KOMUNITAS BLOGFAM
Inilah Cover Buku paling anyar dari Komunitas Blogger terbesar di Indonesia, Blogfam hasil kerjasama dengan Penerbit Gradien Mediatama Yogyakarta. Sebelumnya, pada bulan lalu, komunitas ini juga telah meluncurkan Buku Kumpulan Cerita Anak yang diterbitkan oleh Penerbit Ganeca tetapi diedarkan langsung ke seluruh perpustakaan di Indonesia. Buku kumpulan cerita komedi cinta ini menjadi buku ke-enam dari Komunitas yang sudah berusia 4 tahun ini dan akan beredar di seluruh Toko Buku di Indonesia pada akhir Januari 2008 (termasuk pula di gerai-gerai Indomaret dan Alfamaret).
Buku ini berisi 15 Cerpen Komedi Cinta dari 15 penulis (yang juga blogger dan anggota blogfam) terpilih hasil seleksi dari tim penyunting Blogfam yang terdiri dari saya, Iwok Abqary dan Ang Tek Khun (mewakili penerbit Gradien) yang dilaksanakan sejak January 2007 hingga Maret 2007. Dari 34 karya yang masuk sampai akhir batas waktu pengumpulan (sempat membuat kami, tim penyusun jadi terkaget-kaget karena besarnya animo peserta yang ikut dalam ajang ini), hampir semuanya bagus-bagus dan lucu. Secara keseluruhan karya yang masuk ke dalam “meja penilaian kami†punya potensi besar. Dan ini membuat kami mesti bekerja ekstra keras dan berdiskusi lebih panjang secara online (saya di Jakarta, Iwok di Tasikmalaya dan Mas Khun di Yogya) untuk menilai apalagi kami bertiga memiliki preferensi definisi “lucu” yang berbeda-beda dikepala kami. Syukurlah, kami akhirnya bisa memilih 15 cerita komedi untuk akhirnya diterbitkan dalam buku yang bertajuk “Makan Tuh Cinta!” ini.
Oya, buku ini adalah buku kedua blogfam dimana saya terlibat menjadi editor/penyuntingnya setelah buku Flash!Flash!Flash! Kumpulan Cerita Sekilas yang terbit awal Januari 2007 lalu.
Selamat buat para penulisnya dan Blogfam serta jangan lupa beli bukunya ya?
Feb 14 2008
POTENSI ITU “MENETAS” DI IDENTITAS
TAK pernah sekalipun terlintas dalam benak saya sebelumnya dapat menjadi salah satu bagian dari perjalanan sejarah penuh dinamika Penerbitan Kampus tertua di Indonesia Timur “Identitas†Universitas Hasanuddin. Ketika masuk menjadi mahasiswa baru Fakultas Teknik UNHAS tahun 1989, saya berkenalan pertama kali dan langsung “melahap†seluruh isi Penerbitan Kampus yang berdiri tanggal 16 Desember 1974 ini dari sebuah lembaran bekas alas duduk seseorang yang tak saya kenal di koridor Fakultas Teknik.
Surat Kabar Kampus yang memang dibagikan gratis ke seluruh Civitas Academica UNHAS ini tergeletak dalam kondisi kumal. Itu karena nasibnya begitu malang : setelah dibaca, justru menjadi alas duduk.Setelah membaca seluruh isinya, dalam hati, saya seketika mengidap “kegeraman†pada orang yang sudah begitu tega menduduki sekaligus menyia-nyiakan begitu saja Koran kampus yang berisi tulisan-tulisan bagus dan berbobot itu. Perlahan, saya melipat Koran itu lebih rapi dan memasukkannya ke tas ransel saya. “Walaupun Koran ini dibagikan secara gratis, tetap mesti dihargai secara proporsional dong, masa’ cuma jadi alas duduk?†gerutu saya kesal. Tapi dalam hati saja
Feb 14 2008
BETAPA “SYAHDU” SUARA MESIN KETIK ITU
Saya sedang mengetik tulisan di ruang redaksi “Identitas” UNHAS tahun 1992
DALAM sebuah perbincangan santai saya bersama Budi Putra (Proffesional Blogger pertama di Indonesia dan CEO Asia Blogging Network), Syaifullah Daeng Gassing dan salah satu penggagas situs jurnalisme orang biasa Panyingkul, Kak Moch.Hasymi Ibrahim di food court Makassar Trade Center Karebosi, hari Sabtu sore 24 November 2007, kami tiba-tiba terkenang kembali pada jasa mesin ketik.
Benda itu begitu berharga terutama ketika, saya, Budi Putra dan Kak Hasymi memulai “karir” sebagai penulis beberapa tahun silam. “Suara mesin ketik yang kethak-kethok itu, justru membangkitkan imajinasi dan inspirasi untuk menulis. Seandainya saja suara ketikan di keyboard komputer sekarang bisa seperti itu,” ujar Budi Putra sambil tertawa berderai.
Feb 13 2008
SELARIK KENANGAN DI BONE-BONE
SAYA menggunakan kesempatan pulang ke Makassar tanggal 24-25 November 2007 lalu untuk mencari dan mengoleksi foto-foto lama saya. Untuk menghindari kerusakan dan agar tetap lestari sepanjang masa, saya membawa beberapa foto untuk di-scan dan disimpan dalam format digital.
Diantara foto-foto, hampir semuanya membangkitkan kenangan masa kecil yang indah. Seperti foto saya dibawah ini.
Foto diatas diambil didepan rumah kami di Kecamatan Bone-Bone, Kabupaten Luwu (kurang lebih 500 km dari Makassar) sekitar tahun 1979. Kami sekeluarga bermukim disana mulai tahun 1978-1981, mengikuti ayah yang dipindahkan bekerja ke IPS (Irrigation Project Scheme) Departemen Pertanian. Pada latar belakang foto itulah kantor ayah saya dan “gubuk” kecil didepannya adalah tempat generator listrik yang dinyalakan setiap malam tiba.
Feb 13 2008
“REVOLUSI” BARU DALAM DUNIA PERSUNATAN
Saya tertegun dan sekaligus takjub membaca sebuah iklan “layanan” sunat seperti terpasang diatas yang dipajang dengan warna dasar kuning menyolok, tak jauh dari rumah saya, Minggu pagi (9/12) lalu. Saya tak tahu seperti apa layanan sunat yang diberikan, apakah memakai sinar laser atau menggunakan nanoteknologi yang super canggih, tapi yang jelas iklan itu sangat provokatif dan menggetarkan sukma.










