Archive for the 'Kisah' Category

Mei 08 2008

ALYA, BERSAMAMU, DUNIA IKUT TERTAWA

Published by amriltg under Kisah

alya-gaya-1Bagi kami sekeluarga, Alya, si bungsu yang centil dan manis ini adalah “matahari” yang selalu menghangatkan rumah dengan tawa serta candanya yang menggemaskan. Dan tentu aksi-aksi eksperimennya yang kadang tak bisa diduga.

Nyaris setiap hari–terutama jika saya sedang libur–Alya menjadikan saya (juga sang kakak, Rizky) “korban” keusilannya. Misalnya saja, saya pernah “dipaksa” menjadi pasien dirumah sakit dimana si gadis kecil kelahiran 10 November 2004 itu menjadi dokternya. Saya hanya bisa pasrah ketika ia, dengan peralatan mainan dokter-dokterannya memeriksa sekujur tubuh saya dengan serius. Steteskop ditempelkannya dijidat, pipi, mata, mulut, telinga, dada dan perut.

Continue Reading »

No responses yet

Mei 02 2008

UNTUK MEREKA, YANG MENYISAKAN JEJAK INDAH DI HATI

Published by amriltg under Kisah

webversion.jpg

HARI ini, 2 Mei 2008, dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, izinkan saya membagi sebagian serpih-serpih kenangan tentang beberapa orang guru saya sejak SD hingga Universitas yang telah menorehkan jejak kenangan indah di batin saya, hingga sekarang. Tulisan yang saya buat ini sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan saya buat mereka atas jasa-jasa guru-guru tercinta yang telah mendidik saya dan memberikan saya banyak pelajaran penting tentang hidup dan kehidupan, tentu dengan tidak mengabaikan jasa guru-guru saya lainnya yang telah berperan begitu besar selama saya menempuh pendidikan dari jenjang TK hingga menyelesaikan kuliah di Universitas.

1. Ibu Herlina, Guru SD Negeri I Kab.Maros

Saya mengenang guru dan wali kelas saya di SD Negeri I Kab.Maros dikelas V dan VI ini sebagai seorang guru yang sabar, telaten dan tabah menghadapi kami, murid-muridnya yang tengil. Saya ingat betul, pernah, kami 5 orang murid paling bandel dikelas tersebut membolos melalui cara memanjat jendela kelas yang kebetulan berbatasan langsung dengan gerbang sekolah. Kami dipergoki beliau dengan sukses dan apesnya itu terjadi ketika saya yang memanjat terakhir sedang siap turun dari jendela. Tak ayal kami berlima dihukum didepan kelas dengan berdiri satu kaki seraya memegang telinga. Beliau lalu menasehati kami dengan lemah lembut dan mengingatkan bahwa kami mesti belajar dengan tekun agar menjadi anak yang pandai sesuai harapan orang tua kami. Dengan logat khas asal Tana Toraja, Ibu Herlina memberikan saya pemahaman yang begitu dalam tentang arti mengemban amanah orang tua dengan belajar tekun, rajin dan tidak nakal di sekolah. Ucapan-ucapan beliau yang tulus itu masih membekas dihati saya sampai kini. Alhamdulillah, meski saya sempat “beken” sebagai anak bandel, saya berhasil meraih rangking-2 saat menamatkan studi di SD Negeri I Maros, tahun 1983.

Continue Reading »

One response so far

Apr 28 2008

“BERAKSI” DI WORLD BOOK DAY INDONESIA 2008

Published by amriltg under Kisah

launching22.jpg

USAI menghadiri hajatan sunatan anaknya Pak Ketua RT didekat rumah (sekaligus makan siang gratis :D ), Hari Sabtu siang, 26 April 2008, saya bergegas berangkat menuju lokasi acara World Book Day di Museum Bank Mandiri Kota dimana saya menjadi salah satu narasumber dalam launching buku “Makan Tuh Cinta” (MTC) hasil kerjasama komunitas blogfam dan penerbit Gradien-Yogya. Sebelum berangkat, saya mencium pipi kedua anak saya Rizky dan Alya yang sedang lelap tertidur. Pukul 14.00 saya pamit pada istri dan segera memacu sepeda motor Suzuki Shogun sekencang-kencangnya, menuju tempat penitipan motor yang terletak di gerbang depan lokasi perumahan saya di Kota Jababeka-Cikarang. Saya mesti mengejar waktu untuk–paling tidak–tiba di lokasi acara jam 16.00 sore.

Setelah menerima tanda terima penitipan motor dan helm, saya segera menanti bis ke arah Jakarta di pinggir jalan. Hampir setengah jam, belum ada satupun bis yang lewat. Saya makin cemas. Saya lalu saling berkirim SMS dengan Kang Iwok Abqary–salah satu editor “Makan Tuh Cinta” dan juga seorang penulis cerita anak dan remaja produktif–yang berangkat dari rumahnya di Tasikmalaya sejak pagi tadi dan juga sedang dalam perjalanan menuju lokasi acara. Iwok membalas sedang berada diatas angkot dan lagi terkena macet di dekat lokasi acara. Sayapun mengirim SMS ke Indah Juli, Ketua Panitia acara untuk memastikan kedatangan saya. Tak lama kemudian bis 121 jurusan Cikarang-Blok M datang. Saya lalu melompat masuk ke dalam bis. Beruntunglah bis kosong dan saya mendapatkan tempat duduk yang cukup nyaman. Saya melirik arloji. Pukul 14.45. Duh, moga-moga tidak terlambat.

Continue Reading »

One response so far

Apr 16 2008

DINNER@ CAFE PINANG HOTEL KRISTAL

Published by amriltg under Kisah

KafePinang-1

SELASA Malam (15/4) bertempat di Kafe Pinang Hotel Kristal Jakarta Selatan, kami, keluarga besar Andergauge Drilling System Asia Pacific dijamu makan malam spesial oleh Pak Malcolm Greener, Managing Director Andergauge yang kebetulan datang ke Jakarta. Saya bersama rekan-rekan sejawat yakni Shoerya Soelastana (Regional Workshop Supervisor), Eka Lilis Suciyati (Senior Secretary), Heru Kuswanto (Field Service Engineer), Diah Kartikowati (Junior Accounting) dan Sudewo (Sales/Application Engineer) tiba di lokasi acara Pkl.18.15. Setelah sholat maghrib bersama dilantai basement hotel Kristal kami menuju Kafe Pinang yang terletak dilantai satu.

Continue Reading »

No responses yet

Apr 14 2008

JADI PEMILIH DALAM PILKADA JABAR 2008 DI CIKARANG

Published by amriltg under Kisah

pilkada-1.JPG

Hari/Tanggal : Minggu,13 April 2008

Pukul 10.30 pagi

Lokasi Pemungutan Suara : Sekretariat RW 02 Perumahan Cikarang Baru, Kota Jababeka, Cikarang, Jl.Tarum Barat

Yang dipilih : Yang Muda dan “bukan muka lama” (silakan anda tebak sendiri..hehehe)

Foto : Ananto

No responses yet

Apr 10 2008

CATATAN KECIL 9 TAHUN USIA PERNIKAHAN

Published by amriltg under Kisah

“Jika kamu sudah yakin, jalanilah. Segera lamar calon pendamping hidupmu itu di Yogya. Jangan kamu tunda-tunda lagi. Insya Allah, kami, orangtuamu akan merestui keinginanmu, nak. Tetapkan niat, jangan ragu-ragu. Soal rezeki, itu semua Allah SWT yang berkehendak. Yang penting kamu tetap berusaha, berdoa dengan ikhlas serta bekerja dengan istiqomah”, demikian suara serak ayah saya terdengar dari ujung telepon sekitar awal Februari 1999.

Saya menggigit bibir. Jantung saya berdebar kencang.

Keputusan untuk menikah sebenarnya sudah lama saya simpan namun masih terbersit keraguan dihati terutama jika mengingat penghasilan yang saya miliki saat itu sebagai staff sebuah perusahaan plastik, sangat tidak memadai untuk hidup berkeluarga. Sedangkan hidup sendiri saja saya masih pas-pasan, bagaimana nanti hidup berdua dengan istri apalagi jika kelak punya anak?, demikian batin saya kerap menjerit.

Kalimat-kalimat yang ayah ungkapkan lewat telepon menjadi spirit yang membuat saya semakin memantapkan hati untuk menikah. Dan demikianlah, di hari yang sama saya menelepon ayah, saya langsung menemui kakek saya (kakak nenek dari pihak ibu) yang tinggal di Perumahan Pelni Cibubur. Disana, Bapu Kuna (sudah almarhum, wafat tahun 2003) sekeluarga menyambut kedatangan saya dengan hangat dan langsung menyanggupi untuk mewakili kedua orang tua saya melamar pacar saya waktu itu–yang kini menjadi ibu dari kedua buah hati saya–di Yogya, seminggu kemudian. Sepulang dari rumah kakek, entah kenapa, hati saya terasa begitu lapang. Saya semakin mantap menempuh hidup berkeluarga.Apalagi saya mendapat sejumlah wejangan berharga dari kakek tentang persiapan menjadi seorang kepala keluarga pasca menikah nanti.

Continue Reading »

One response so far

Apr 10 2008

PUISI ULANG TAHUN YANG MENYENTUH

Published by amriltg under Kisah

KUEULANGTAHUN-38

Ulang Tahun saya yang ke-38 kemarin (9/4) sungguh sangat berkesan. Terutama karena begitu besarnya perhatian dan kepedulian kawan-kawan saya dari komunitas maya berupa doa dan ucapan selamat, mulai dari komentar diblog ini serta di shout-box-nya, mailing list (panyingkul, blogger_makassar dan identitas_unhas) juga di forum blogfam. Tentu termasuk “banjir sms” ucapan doa dan selamat ulang tahun yang masuk ke inbox handphone saya sejak kemarin pagi hingga semalam.

Terimakasih banyak atas semua itu, saya sungguh sangat berbahagia dan tersanjung.

Secara sederhana, kami sekeluarga merayakan hari ulang tahun tersebut dengan sebuah tumpeng nasi kuning kecil buatan istri tercinta juga sebuah tart mini yang saya beli di “Holland Bakery” sepulang dari kantor.

Dibawah ini saya menyajikan dua bingkisan cinta yang menggetarkan dari dua rekan blogger daeng yakni Kamaruddin Aziz Daeng Nuntung yang sedang berada di Sungguminasa dan M.Roeslailang Noertika di Balikpapan, berupa puisi yang sangat indah untuk dinikmati (Terimakasih buat “The Daeng’s”) :

Continue Reading »

4 responses so far

Apr 09 2008

JADI TUA ITU NISCAYA

Published by amriltg under Kisah

atg-dicitos“Kita sudah makin tua, kawan,” kata rekan saya, Farid Ma’ruf Ibrahim (kini dosen Universitas Paramadina) seraya mengelus lembut rambut anaknya Fawwaz (9 tahun), saat kami bertemu di Galeri Cipta II Taman Ismail Marzuki tanggal 25 Maret 2008 lalu.

“Kita ini sudah kian tua, kawan. Bahkan sudah ada dua orang rekan satu angkatan kita (1989) di Teknik Mesin UNHAS yang sudah lebih dulu “pergi”. Kita mesti lebih banyak introspeksi juga bersyukur atas karunia kehidupan ini,” kata rekan saya, Sapta Asmal (dosen Teknik Mesin UNHAS, dan rekan satu angkatan saya) saat bertandang ke rumahnya di Makassar tanggal 25 November 2007, sebelum menjenguk rekan kami yang lain, Morning, yang sedang sakit.

“Papa sudah tua! Ubannya banyak!”, seru Rizky anak saya disuatu siang yang terik dua pekan lalu saat saya memintanya mencabuti uban dikepala sambil tiduran di sofa.

“Ubanmu udah makin banyak tuh. Sama kayak uban dirambutku. Rasanya seperti kemarin ya kita jadi mahasiswa dulu,”kata Ardian Iskandar, juga kawan saya satu angkatan di Teknik Mesin UNHAS dalam perjalanan menuju Cilandak Town Square Cilandak dari kantornya di Plaza Aminta untuk kopdar bersama Budi Putra, Rara, Luigi Pralangga dan Rane”Jaf”Hafied tanggal 13 Februari 2008.

Continue Reading »

No responses yet

Apr 08 2008

KARTU POS DARI LIBERIA

Published by amriltg under Kisah

postcard-liberia-2

SUNGGUH bahagia dan terharu hati saya hari ini. Sebuah kartu pos dari Liberia kiriman dari rekan blogger yang bertugas disana, Kang Luigi Pralangga telah “hinggap” dengan manis di meja kerja saya. Sudah lama sekali saya tidak pernah menerima kartu pos. Seingat saya, seorang kawan yang sedang training di Jepang pernah mengirimkan kartu pos ke saya sekitar tahun 1997. Dan betapa bahagianya saya menerima kartu pos lagi di era dimana komunikasi lewat email kian marak. Sentuhan personalnya begitu nyata dan terbaca, terlebih ada tulisan tangan Kang Luigi dibagian belakang kartu pos dengan perangko UN bertinta emas. Pada gambar bagian depan kartu terdapat foto anak-anak Liberia yang sangat ekspresif dimana dibagian bawahnya bertuliskan “Meet the Liberian Kids, the brighter smiles than any of us”.

postcard-liberia-1

Bulan Februari silam bersama Budi Putra, Rane”Jaf”Hafied, Rara, Kidy dan Ardian, saya bertemu pertama kali dengan sosok Kang Luigi blogger Indonesia yang menjabat sebagai staff Procurement United Nations yang bertugas di Liberia Afrika. Komunikasi via email sering saya lakukan bersama beliau agar tali silaturrahmi diantara kami tetap terjalin meski jarak membentang demikian jauh antara Indonesia dan Liberia.

Thanks Kang Luigi!

One response so far

Apr 07 2008

RONDA MALAM DAN UPAYA MELAPANGKAN JIWA

Published by amriltg under Kisah

Sabtu Malam (5/4) lalu merupakan waktu gilirposronda-400an saya untuk ronda malam di Rukun Tetangga (RT 02/RW 02) tempat saya dan keluarga bermukim (Jalan Antilop 5 H3/110 Perumahan Cikarang Baru, Kota Jababeka). Ini adalah kali kelima saya menjalani aktifitas ronda malam RT dan kebetulan pula, saya ditunjuk sebagai komandan Regu C (dari 10 regu) yang membawahi 16 orang peserta ronda. Sebuah kehormatan tersendiri tentu saja (secara jadi komandan getu looh!..hehehe :D )

Saya tidak tahu persis apa pertimbangan pihak RT menunjuk saya sebagai komandan regu, padahal sebagai lelaki montok menggemaskan dengan berat tubuh yang cukup “memprihatinkan” ini, plus usia “uzur” yang menjelang “kepala 4″ tentu akan sangat sulit mengejar maling. Terlebih bila si maling bertubuh kecil, langsing dan ringan, maka pasti dijamin saya akan mengejarnya dengan nafas ngos-ngosan dan bisa-bisa pingsan ditengah jalan. Barangkali mungkin, karena berat badan berbanding lurus dengan besar suara saya yang cukup menggelegar, sehingga jadilah saya didaulat menjadi komandan regu ronda.

Continue Reading »

One response so far

« Prev - Next »