Archive for Mei, 2008

May 16 2008

JADI GURU DAN SISWA, SAMA SUSAHNYA!

Published by amriltg under Kisah

rupa031Ketika tengah asyik “tidur-tidur ayam” diatas bis 132 jurusan Bekasi-Lebak Bulus yang adem tadi pagi, mendadak saya dikejutkan oleh gosip dua orang ibu separuh baya yang duduk persis di sebelah saya. Biasanya, saya tak pernah ambil pusing dan melanjutkan tidur kembali. Namun, materi gossip yang diperbincangkan mendadak membuat “antena” telinga saya “mendeteksi” hal-hal yang menarik. Sayapun menguping dengan waspada seraya pura-pura mengatupkan mata.

“Susah dan menderita bener lho jeng jadi guru zaman sekarang,” ujar ibu berjilbab ungu yang duduk paling ujung didekat jendela dengan nada heboh.

“Lho kenapa? Bukannya sekarang gaji guru malah naik?,” sahut ibu yang berada disampingnya seraya memperbaiki letak duduknya. Ibu berjilbab merah ini duduk diantara saya (yang berada di pinggir “lorong” bis) dan rekannya yang duduk paling ujung.

“Gini lho jeng , Adikku yang jadi guru SMA (menyebut sebuah daerah di Jawa Barat) kemarin datang ke rumah bersama suami dan anaknya. Dia curhat ke saya. Katanya jadi guru itu sekarang bikin dia ketakutan gara-gara posisi guru bisa disamakan teroris,” kata ibu yang duduk di ujung dengan tampang serius.

“HAH? TERORIS? Kok bisa?,” pekik sang ibu berjilbab merah dengan kengerian tergambar di wajah. Saya dan beberapa penumpang bis sempat terkaget-kaget atas “jeritan”-nya.

Continue Reading »

No responses yet

May 15 2008

‘TERCEBUR” DI KOLAM BESAR

Published by amriltg under Kisah

sb10067378gd-001“Lebih baik jadi Ikan Besar di Kolam Kecil, daripada menjadi Ikan Kecil di Kolam Besar,” demikian sebuah ungkapan yang pernah diutarakan Enda Nasution dalam sebuah postingnya di bulan Oktober 2002. Bisa diartikan, menurut mantan Ketua Panitia Pesta Blogger 2007 itu, mending kerja sendiri atau jadi boss buat diri sendiri walau perusahaan tempat kamu kerja masih kecil, daripada kerja di perusahaan multinational misalnya, tapi jadi kacung. Ungkapan serupa juga pernah diungkapkan seorang kawan saya–mengartikan ungkapan yang sama diatas dengan perspektif berbeda–dan berkata bahwa lebih baik kita berada disebuah perusahaan kecil dengan fasilitas dan kesejahteraan berlimpah plus perhatian besar dari atasan, dibandingkan berada di sebuah perusahaan besar dan kita hanya menjadi sebuah “sekrup” kecil didalamnya.

Continue Reading »

One response so far

May 08 2008

ALYA, BERSAMAMU, DUNIA IKUT TERTAWA

Published by amriltg under Kisah

alya-gaya-1Bagi kami sekeluarga, Alya, si bungsu yang centil dan manis ini adalah “matahari” yang selalu menghangatkan rumah dengan tawa serta candanya yang menggemaskan. Dan tentu aksi-aksi eksperimennya yang kadang tak bisa diduga.

Nyaris setiap hari–terutama jika saya sedang libur–Alya menjadikan saya (juga sang kakak, Rizky) “korban” keusilannya. Misalnya saja, saya pernah “dipaksa” menjadi pasien dirumah sakit dimana si gadis kecil kelahiran 10 November 2004 itu menjadi dokternya. Saya hanya bisa pasrah ketika ia, dengan peralatan mainan dokter-dokterannya memeriksa sekujur tubuh saya dengan serius. Steteskop ditempelkannya dijidat, pipi, mata, mulut, telinga, dada dan perut.

Continue Reading »

No responses yet

May 06 2008

‘DOG TAG’ YANG NARSIS ABIS!

Published by amriltg under Uncategorized

dogtags-atg.jpg

Aih..Daeng Battala’ kamu memang narsis abis deh!

Thanks to DogTags!

No responses yet

May 02 2008

UNTUK MEREKA, YANG MENYISAKAN JEJAK INDAH DI HATI

Published by amriltg under Kisah

webversion.jpg

HARI ini, 2 Mei 2008, dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, izinkan saya membagi sebagian serpih-serpih kenangan tentang beberapa orang guru saya sejak SD hingga Universitas yang telah menorehkan jejak kenangan indah di batin saya, hingga sekarang. Tulisan yang saya buat ini sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan saya buat mereka atas jasa-jasa guru-guru tercinta yang telah mendidik saya dan memberikan saya banyak pelajaran penting tentang hidup dan kehidupan, tentu dengan tidak mengabaikan jasa guru-guru saya lainnya yang telah berperan begitu besar selama saya menempuh pendidikan dari jenjang TK hingga menyelesaikan kuliah di Universitas.

1. Ibu Herlina, Guru SD Negeri I Kab.Maros

Saya mengenang guru dan wali kelas saya di SD Negeri I Kab.Maros dikelas V dan VI ini sebagai seorang guru yang sabar, telaten dan tabah menghadapi kami, murid-muridnya yang tengil. Saya ingat betul, pernah, kami 5 orang murid paling bandel dikelas tersebut membolos melalui cara memanjat jendela kelas yang kebetulan berbatasan langsung dengan gerbang sekolah. Kami dipergoki beliau dengan sukses dan apesnya itu terjadi ketika saya yang memanjat terakhir sedang siap turun dari jendela. Tak ayal kami berlima dihukum didepan kelas dengan berdiri satu kaki seraya memegang telinga. Beliau lalu menasehati kami dengan lemah lembut dan mengingatkan bahwa kami mesti belajar dengan tekun agar menjadi anak yang pandai sesuai harapan orang tua kami. Dengan logat khas asal Tana Toraja, Ibu Herlina memberikan saya pemahaman yang begitu dalam tentang arti mengemban amanah orang tua dengan belajar tekun, rajin dan tidak nakal di sekolah. Ucapan-ucapan beliau yang tulus itu masih membekas dihati saya sampai kini. Alhamdulillah, meski saya sempat “beken” sebagai anak bandel, saya berhasil meraih rangking-2 saat menamatkan studi di SD Negeri I Maros, tahun 1983.

Continue Reading »

No responses yet