Feb 25 2008
MIMPI ITU MENARI DI TIMORI

Mimpi itu dirajut di dua ruang “service shop” berlantai beton Sirkuit International Sentul, Jawa Barat, tahun 1996-1998. Dan saya, menjadi salah satu bagian dari para pemimpi itu : membangun industri sepeda motor Indonesia, mengikuti jejak proyek mobil nasional “Timor” yang sudah lebih dulu digulirkan. Disanalah kami, 15 orang engineer merancang sepeda motor nasional yang mengambil desain dan lisensi “Cagiva Motorcycle” Italia dibawah bendera PT.Timori Putra Bangsa.
Setelah keluar dari PT.Matsushita Semiconductor Indonesia, Juli 1997, saya diajak teman sekampus dan satu kerja dulu di PT.Kadera-AR Indonesia Pulogadung, A.Firmansyah Arsyad untuk bergabung bersamanya di PT.Timori Putra Bangsa (selanjutnya saya singkat sebagai TPB). Perusahaan ini adalah anak perusahaan grup Timor yang rencananya akan mendesain dan memproduksi sepeda motor nasional bermerk Timori. Alhasil, pertengahan Agustus 1997 saya bergabung dengan perusahaan yang baru berdiri kurang lebih setahun itu. Satu bagian dengan Firman yakni di Production Planning and Inventory Control (PPIC) Engineer.




