Feb
14
2008
TAK pernah sekalipun terlintas dalam benak saya sebelumnya dapat menjadi salah satu bagian dari perjalanan sejarah penuh dinamika Penerbitan Kampus tertua di Indonesia Timur “Identitas†Universitas Hasanuddin. Ketika masuk menjadi mahasiswa baru Fakultas Teknik UNHAS tahun 1989, saya berkenalan pertama kali dan langsung “melahap†seluruh isi Penerbitan Kampus yang berdiri tanggal 16 Desember 1974 ini dari sebuah lembaran bekas alas duduk seseorang yang tak saya kenal di koridor Fakultas Teknik.
Surat Kabar Kampus yang memang dibagikan gratis ke seluruh Civitas Academica UNHAS ini tergeletak dalam kondisi kumal. Itu karena nasibnya begitu malang : setelah dibaca, justru menjadi alas duduk.Setelah membaca seluruh isinya, dalam hati, saya seketika mengidap “kegeraman†pada orang yang sudah begitu tega menduduki sekaligus menyia-nyiakan begitu saja Koran kampus yang berisi tulisan-tulisan bagus dan berbobot itu. Perlahan, saya melipat Koran itu lebih rapi dan memasukkannya ke tas ransel saya. “Walaupun Koran ini dibagikan secara gratis, tetap mesti dihargai secara proporsional dong, masa’ cuma jadi alas duduk?†gerutu saya kesal. Tapi dalam hati saja
Continue Reading »
Berbagi
Feb
14
2008

Dari kiri ke kanan : Luigi Pralangga, Budi Putra, Rane”Jaf”Hafied, Nuri Abidin, Rara dan saya dalam kesempatan kopdar di Mister Bean Coffee Cilandak Town Square (Citos) Rabu malam, 13 Februari 2008 (foto by : Ardian)
Pada awalnya adalah sebuah “provokasi” lewat SMS saya minggu lalu ke Bung Budi Putra untuk “kongkow-kongkow” memanfaatkan momen kedatangan Rara (Ketua komunitas blogger Makassar Anging Mammiri) dan Daeng Ruslee (penggagas komunitas blogger Mahakam Balikpapan) yang kebetulan berada di Jakarta, hingga akhirnya terwujudlah kopdar (Kopi Darat) bersama yang dilaksanakan kemarin malam (13 Februari 2008) bertempat di Cafe Mister Bean di lantai 1 Cilandak Town Square (Citos), Jakarta Selatan.
Saya mengundang kawan-kawan lain seperti Bung Rane”Jaf”Hafied (yang kemudian juga berhasil mengajak Kang Luigi Pralangga yang kebetulan berada di Indonesia), juga Bung Irwin (Ketua Asosiasi Warnet Indonesia) dan Daeng Marowa (pengelola situs blog hosting ala Indonesia Catatanku) serta Bung Ardian Iskandar, rekan saya satu angkatan dikampus dulu dan juga mengelola grup band Edelweiss. Sayang sekali, pada kesempatan kopdar ini, Daeng Rusle berhalangan hadir karena kakandanya tercinta, dr.Rusdiana wafat di Cibubur sehari sebelumnya karena sakit, Bung Irwin mendadak meeting di kantor seusai maghrib demikian pula dengan Daeng Marowa yang juga meeting bersama clientnya di Bekasi.
Continue Reading »
Berbagi
Feb
14
2008

Saya sedang mengetik tulisan di ruang redaksi “Identitas” UNHAS tahun 1992
DALAM sebuah perbincangan santai saya bersama Budi Putra (Proffesional Blogger pertama di Indonesia dan CEO Asia Blogging Network), Syaifullah Daeng Gassing dan salah satu penggagas situs jurnalisme orang biasa Panyingkul, Kak Moch.Hasymi Ibrahim di food court Makassar Trade Center Karebosi, hari Sabtu sore 24 November 2007, kami tiba-tiba terkenang kembali pada jasa mesin ketik.
Benda itu begitu berharga terutama ketika, saya, Budi Putra dan Kak Hasymi memulai “karir” sebagai penulis beberapa tahun silam. “Suara mesin ketik yang kethak-kethok itu, justru membangkitkan imajinasi dan inspirasi untuk menulis. Seandainya saja suara ketikan di keyboard komputer sekarang bisa seperti itu,” ujar Budi Putra sambil tertawa berderai.
Continue Reading »
Berbagi