Archive for Februari 12th, 2008

Feb 12 2008

LELAKI YANG SELALU MENCATAT KENANGAN

Published by amriltg under Kisah

“Jangan lupa kirimkan Papa buku diary kosong yang baru untuk tahun depan ya, Nak”

Kalimat itu kerap diucapkan oleh ayahanda tercinta saya, Karim Van Gobel, setiap akhir tahun menjelang. Hanya sebuah Buku Diary Baru Kosong. Dan saya, dengan semangat membuncah, akan segera berangkat ke Toko Buku mencari pesanan rutin akhir tahun ayah saya itu. Bagi saya, menganugerahkan sebuah buku diary baru kepada ayah saya—tiap akhir tahun—merupakan sebuah kehormatan tersendiri yang begitu besar dan berharga.  Sebuah rutinitas yang senantiasa saya lakoni dengan riang, sejak merantau ke Jakarta tahun 1995. Ayah saya adalah lelaki yang begitu tekun mencatat kenangan, dalam serpih terkecil sekalipun, di setiap rekam jejak perjalanan hidupnya dalam buku diary. Konon, beliau sudah memulai menulis diary sejak saya lahir (hal yang kemudian menginspirasi saya untuk menulis blog anak pertama saya, Rizky, sejak ia lahir tahun 2002). Continue Reading »

4 responses so far

Feb 12 2008

STRATEGI JITU MELAMPIASKAN NGIDAM

Published by amriltg under Kisah

Sejak Istri saya dinyatakan hamil oleh dokter–setelah penantian kami yang cukup panjang selama 3 tahun–maka sebagai suami yang berbahagia (karena perkasa) telah berhasil “membuahi” istri tercinta, saya begitu bersemangat memanjakan perempuan yang tengah mengandung anak pertama kami itu. Bentuk-bentuk upaya memanjakan itu antara lain, mengubah panggilan dari “Saya-Kamu” menjadi “Papah-Mamah” (dengan tambahan huruf “h” dibelakang yang dilafalkan dengan desahan yang romantis, sedikit erotis).

Tidak hanya itu. Saat saya atau istri memanggil maka kami akan saling memperlihatkan gestur tubuh penuh kemesraan satu sama lain. Jadi misalnya jika istri saya memanggil dengan bibir basah merekah, “Papah, sayangkuh, cintakuh”, maka spontan saya menjawab dengan mata dikedap-kedipkan dengan genit seperti Tessy digoda Asmuni dalam lakon komedi Srimulat,”Adah apah Mamah?”.

Norak bukan?.

Continue Reading »

4 responses so far

Feb 12 2008

DESPERATE SEEKING CHILD

Published by amriltg under Kisah

Di pucuk alam, saya menyaksikan kedua anak saya, Alya dan Rizky, tertidur pulas. Putra tertua saya. Rizky, meringkuk bersama guling disampingnya. Dengkur halus terdengar dari bibirnya yang mungil. Tak jauh dari situ, adiknya, Alya terlihat sedang mendekap erat leher ibunya. Salah satu kaki anak bungsu saya tersebut berada diatas paha bundanya yang juga sedang “berlayar ke alam mimpi” sembari memeluk kedua buah hatinya itu.

Saya tersenyum.

Betapa cepat waktu berputar. Ingatan saya mendadak terlontar pada suatu petang yang muram akhir tahun 2001. Istri saya duduk dengan wajah murung di atas kursi rotan panjang pada ruang tamu rumah kontrakan kami di Taman Aster Cibitung.

Merenung lama. Kesedihan terlihat menggayut diwajahnya.

Saya sudah tahu apa maksudnya.

Continue Reading »

No responses yet