New 7 Wonders dan Kontraversi yang Menyertainya

Komodo (sumber : Kompas.com)

Menarik sekali membaca blog Mas Priyadi yang membahas soal Fakta-Fakta di Balik New 7 Wonders yang digagas oleh sebuah perusahaan privat di Swiss untuk melakukan pemilihan 7 keajaiban dunia baru yang dilaksanakan melalui kontes popularitas online berskala global. Taman Nasional Komodo terpilih menjadi salah satu finalis dari 28 negara untuk menjadi salah satu kandidat pemenang dalam ajang ini.

Dan situasi mendadak “memanas” ketika hari ini diberitakan nominasi Indonesia terancam di-elimninasi dalam kompetisi terkait ketidaksiapan menjadi tuan rumah deklarasi yang akan diadakan tanggal 11 November 2011. Tak kurang pengacara kondang Todung Mulya Lubis yang juga Ketua Masyarakat Transparansi Indonesia ditunjuk oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) sebagai pengacara untuk menghadapi situasi ini. Alasan eliminasi dari nominasi hanya karena Indonesia tidak bersedia menjadi tuan rumah (hosting) deklarasi sungguh tidak adil setelah mekanisme voting itu sendiri dilaksanakan sejak 2008.

Seperti yang saya kutip dari Kompas.com, Direktur Jenderal Pemasaran Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kembudpar) Sapta Nirwandar menyatakan:

“Kita minta keadilan, voting dari 2008 masa hilang karena gak mau hostingHormatin dong voting dari tahun 2008. Ini voting kan bukan hanya dari orang Indonesia, tetapi juga luar negeri,” kata Sapta kepada Kompas.com via telepon, Jumat (4/2/2011).

Namun, Sapta mengakui bahwa di perjanjian umum pada saat mendaftar terdapat klausa yang menyatakan bahwa pihak New7Wonders berhak mengeliminasi apabila tidak sesuai dengan ketentuan. “Tapi itu kan kalau punya dosa. Ini dosanya apa?” ucapnya.

Sapta menuturkan bahwa eliminasi jelas dikaitkan dengan posisi Indonesia sebagai tuan rumah. Sapta menambahkan, Indonesia tidak ikut jadi tuan rumah karena tidak siap dengan kondisi biaya. “Kalau dia (New7Wonders) mau eliminasi, eliminasi Indonesia yang tidak sanggup jadi host. Ini kita yang dieliminasi Komodo yang jadi finalis. Mestinya profesional,” katanya.

Pihak New7Wonders memang telah melakukan kontrak dengan sebuah konsorsium swasta di Indonesia. Sapta mengatakan, pihaknya tidak pernah tahu ada kontrak tersebut. Selama ini, ia melanjutkan, pihak Kembudpar baru sebatas mengadakan pembicaraan saja mengenai ketertarikan menjadi tuan rumah dan sama sekali belum terikat kontrak dengan New7Wonders.

Dalam sebuah berita di Kompas.com hari ini dipaparkan pula,

Gugatan kepada New 7 Wonder akan dilayangkan melalui pengacara Todung Mulya Lubis. Surat tersebut juga akan ditembuskan kepada 27 finalis New7Wonders lainnya.

“Todung mengirim surat mengenai masalah ini ke pihak New7Wonders. Tahap pertama nanti kita lihat dulu reaksinya,” kata Direktur Jenderal Pemasaran Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kembudpar) Sapta Nirwandar kepada Kompas.com via telepon, Jumat (4/2/2011).

Dalam surat Menbudpar Jero Wacik yang ditujukan kepada Wakil Presiden Boediono perihal “The Truth Behind N7W: Konsistensi, Kredibilitas, dan Kehormatan Bangsa”, Kembudpar telah menyiapkan langkah-langkah dari aspek hukum dan sosial masyarakat.

Dari aspek hukum, Kembudpar telah berkonsultasi dengan Todung selaku pengacara. Selain itu, Kembudpar juga belum pernah menandatangani perjanjian sebagai tuan rumah penyelenggaraan deklarasi New7Wonders. Langkah yang akan diambil Kembudpar adalah menyampaikan surat pengunduran diri dari minat menjadi tuan rumah.

Sementara itu, pada berita di Tempo Interaktif, Sapta mengungkapkan:

Ancaman Yayasan New7Wonders (N7W) yang bakal mengeliminasi Komodo dari nominasi tujuh keajaiban baru dunia, sangat merugikan Indonesia.

Yayasan internasional itu menyatakan akan mengeliminasi Komodo jika pemerintah dan konsorsium swasta tidak memenuhi landasan hukum yang disepakati. Namun, pemerintah membantah adanya kontrak dengan N7W tentang penunjukkan Indonesia sebagai tuan rumah deklarasi kompetisi pada 11 November mendatang.

Menurut Sapta, saat ini masyarakat luas baik dalam maupun luar negeri sudah memberikan suaranya untuk memilih Komodo. “Tentu jika komodo dieliminasi akan mengecewakan para pemilihnya,” kata Sapta.

Kekecewaan itu, kata Sapta, saat ini sudah mulai terasa. Salah satunya di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Masyarakat NTT, kata Sapta, mengusulkan agar pemerintah membuat kompetisi tandingan untuk menampung suara yang sudah terkumpul bagi Komodo. “Tapi kami belum menindaklanjuti usul tersebut.”

Pada Blog “Save Komodo” (yang nampaknya menjadi “corong” informasi New7Wonder) , atas nama “anak bangsa” secara “heroik” menyebutkan:

Kini setelah memasuki tahun kedua, Komodo terancam dicopot dari nominasinya. Mengapa? Karena barangkali kita semua terlalu cuek dan kurang cerdas memanfaatkan peluang besar ini dan seringkali juga kurang cermat bergaul dengan masyarakat internasional.

Yayasan N7W di Zurich yang bertindak sebagai pemrakarsa dan pemilik hak penyelenggaraan sebenarnya sudah menetapkan dan memilih Indonesia sebagai tempat penyelenggaraan Deklarasi dan Penganugerahan 7 Keajaiban Alam Yang Baru pada tanggal 11 Nopember 2011. Indonesia dipilih karena selain banyak keanekaragaman hayatinya, juga karena masyarakatnya yang ramah serta terlah berkali-kali sukses menyelenggaraan berbagai pertemuan dan festival internasional. Dan yang paling penting lagi adalah azas demokrasi di Indonesia sangat luar biasa. New7Wonders adalah 100% pilihan masyarakat dan rakyat dunia bukan pilihan pemerintah atau lembaga pemerintah. Jadi azas demokrasi adalah tulang punggung dari eksistensi dan kompetisi ini. Indonesia telah menjadi raksasa demokrasi dunia.

Sejak Komodo ditetapkan sebagai finalis 7 Kejaiban Alam Dunia, pemerintah sadar bahwa untuk bersaing dengan calon keajaiban alam dunia lainnya seperti Amazone, Great Barrier Reefs, Grand Canyon, Kilimanjaro dan Sundhaban yang memiliki dukungan milyaran masyarakatnya tidak mudah. Oleh karena itu maka dibutuhkan strategi khusus untuk tampil dan menang sebagai salah satu keajaiban alam dunia yang baru. Strategi ini diwujudkan dalam keinginan pemerintah untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Deklarasi dan Penganugerahan Pemenang 7 Keajaiban Alam Dunia yang baru. Keingingan ini sudah berkali-kali disampaikan kepada masyarakat dan Yayasan N7W. Bahkan pada awal tahun 2010 yang lalu, Kemenbudpar selaku pemrakarsa ide ini telah mengundang pihak N7W dating ke Jakarta untuk memberi saran dan masukan bagaimana agar Komodo menang dan Indonesia menjadi tuan rumah Penganugerahan dimaksud. Berkali-kali N7W datang ke Jakarta untuk meninjau dan memastikan bahwa Jakarta, Indonesia pantas menjadi tuan rumah. Pemerintah sangat antusias. Bahkan rancangan Keputusan Presiden tentang Panitia Nasional Vote Komodo dan rencana menjadi tuan rumah sudah diajukan sejak pertengahan Januari 2010.

Pada bagian lain, situs ini juga menceritakan kronologis peristiwa hingga Taman Nasional Komodo terancam dieliminasi dari nominasi 7 New Wonders.

Sore tadi saat saya ikut hadir dalam sebuah pertemuan informal bersama sejumlah perwakilan rekan blogger dari berbagai komunitas bersama Kemenbudpar yang di-inisiasi oleh IDBlognetwork. Saya sedikit banyak mendapatkan pencerahan soal kontraversi yang terjadi soal New 7 Wonders ini. Berikut catatan saya:

1.  Merujuk pada situs blog resmi New 7 Wonder disebutkan angka yang cukup fantastis untuk lisensi fee penyelenggaraan event deklarasi sebesar US$ 10 Juta (Rp 100 Milyar) yang konon telah secara legal ditandatangani dalam kontrak bersama New 7 Wonders dengan “Private Consorsium” (Tidak jelas ini “private consorsium” apa, istilah yang sama disebut Pak Sapta pada awal kutipan artikel diatas dengan istilah sebagai “konsorsium swasta”) .

Bagi saya angka Rp 100 Milyar bukanlah sebuah nilai yang sedikit dan banyak yang bisa dilakukan untuk dunia pariwisata di Indonesia dengan uang sebesar itu ketimbang untuk sebuah perhelatan deklarasi gelar “7 New Wonder” yang terkesan seremonial belaka. Nilai itu bisa lebih besar lagi bila ditambahkan biaya penyelenggaraannya sendiri (konon dapat mencapai US$ 35 juta). Saya sempat tersenyum saat salah seorang peserta diskusi nyeletuk,”Duit itu mending dipake beli makanan komodo dan pengembangan habitatnya disana!”.

2. Mekanisme pemilihan lewat voting di internet sangat rentan manipulasi. Pemungutan suara secara online bisa saja dilakukan berkali-kali oleh pihak yang sama apalagi tidak dilakukan verifikasi dan audit independen untuk itu. Kontraversi memang kerap terjadi pada ajang ini. Seperti tercantum di Wikipedia terdapat 14 juta suara dari dalam negeri Yordania telah memilih Petra–sebuah situs bersejarah disana–padahal populasi penduduk Yordania sendiri berada dibawah 7 juta orang.

Saya tertarik pada pernyataan di situs World Heritage Convention UNESCO, Badan Resmi PBB yang mengurus soal konservasi situs keajaiban dunia yang menyatakan secara tegas bahwa:

The list of the “7 New Wonders of the World” will be the result of a private undertaking, reflecting only the opinions of those with access to the internet and not the entire world.  This initiative cannot, in any significant and sustainable manner, contribute to the preservation of  sites elected by this public.

Kredibilitas UNESCO dalam penetapan reservasi daerah atau tempat yang perlu dilestarikan merupakan sebuah rujukan valid karena tentu telah melalui kajian-kajian ilmiah yang komprehensif serta mendalam dan tidak sekedar kesan sesaat atau pertimbangan sentimental belaka.

3. Saya tidak mengerti mengapa lantas status nominasi Taman Nasional Komodo terancam dihapus hanya lantaran Indonesia tak bersedia menjadi tuan rumah deklarasi. Ah, come on, ini sebuah alasan yang mengada-ada. Kita sudah cukup cerdas untuk memahami tak ada kaitan apapun antara kedua hal ini. Seharusnya, atas dasar keadilan, nominasi Komodo tetap jalan meski Indonesia tidak jadi tuan rumah.

Saya sependapat dengan apa yang disinyalir Mas Priyadi dalam tulisan diblognya bahwa:

New7Wonders hanyalah eksploitasi terhadap rasa nasionalisme. Indonesia adalah negara yang memiliki jumlah penduduk yang besar dan mayoritas memiliki rasa nasionalisme yang tinggi. Wajar jika kini kita semua menjadi incaran mereka. Terlihat mereka seperti sangat berat hati jika harus memindahkan lokasi acara puncak ke luar Indonesia, sampai-sampai harus memberi ancaman untuk mendiskualifikasi Pulau Komodo.

Harapan saya, dan mungkin juga harapan seluruh masyarakat Indonesia bahwa kita tentu akan menolak upaya-upaya sistematis  yang “memanfaatkan” sentimen nasionalisme bangsa ini untuk kepentingan segelintir pihak yang hanya ingin menangguk keuntungan komersil dari sana.

4. Saya mendukung sikap Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata untuk mengambil langkah tegas bahkan untuk melakukan rencana gugatan kepada 7 News Wonder.  Kehormatan dan harga diri bangsa ini layak diperjuangkan. Saya tidak sependapat atas apa yang dikatakan si “anak bangsa” yang menyatakan: barangkali kita semua terlalu cuek dan kurang cerdas memanfaatkan peluang besar ini dan seringkali juga kurang cermat bergaul dengan masyarakat internasional. Justru bagi saya,momentum ini telah menggugah kecerdasan dan kesadaran kita semua untuk kian peduli pada potensi pariwisata negeri sendiri dan By the way, memangnya siapa pula yang dimaksud dengan “masyarakat internasional” sehingga membuat kita seringkali  jadi kurang cermat bergaul ? Lembaga 7 New Wonder? Meminjam Kalimat Sule OVJ : “Owh, Tidak Bisa! :)

5. Apapun langkah yang diambil oleh Pemerintah Indonesia dalam menyikapi situasi ini, saya yakin inilah langkah terbaik. Jika memang Taman Nasional Komodo mesti dihapuskan dalam ajang kompetisi, bukanlah sebuah hal yang harus dirisaukan. Saya yakin segenap elemen bangsa ini akan mengerahkan segala kemampuan terbaiknya  untuk bersama-sama mempromosikan daerah wisata di Indonesia, dengan atau tanpa ajang 7 New Wonders.  Promosi Taman Nasional Komodo dan Daerah wisata potensil lainnya di Indonesia, lewat cara dan bentuk apapun, adalah manifestasi cinta dan rasa kebangsaan kita yang tinggi untuk bangsa ini.

MAJU TERUS INDONESIAKU !

Dipublikasi di ARTIKEL | Tinggalkan Komentar

KABAR AWAL TAHUN YANG MEMBAHAGIAKAN

Sebuah kabar bahagia tiba di akhir minggu ketiga bulan Januari. Kabar yang membuat saya sempat terpana tak percaya. Ya, saya bersama 3 orang blogger lainnya berkesempatan jalan-jalan gratis ke Hongkong Disneyland tanggal 18-21 Maret 2011. Selain jalan-jalan, kami juga diminta untuk membuat tulisan terkait mengenai tempat yang akan kami kunjungi itu. Kegiatan ini  dimediasi oleh IDBlognetwork, sebuah perusahaan (didirikan 1 agustus 2010), yang menfasilitasi Advertiser/brand untuk melakukan kampanye marketing digital melalui jaringan blogger Indonesia. Ada 17 nominasi blog yang disiapkan oleh IDBlognetwork dan akhirnya atas pertimbangan tertentu, dipilih 4 blog yang beruntung mendapatkan kesempatan berharga itu, yakni blog saya, Jalan-Jalan Yuk.com, Benny Chandra.com dan Traveling.Setyobudianto.com

Bagi saya, inilah sebuah berkah luar biasa dari aktivitas ngeblog saya yang sudah saya geluti sejak tahun 2003. Kegemaran saya menulis sejak mahasiswa mendapatkan wadah yang memungkinkan saya tidak sekedar menyalurkan hobi dan ekspresi tapi lebih dari itu, pola interaksi kolegial antara saya bersama pembaca blog menjadi nilai tambah berharga. Sejumlah pengalaman yang saya alami membuktikan, bahwa ngeblog tidak sekedar hanya sebuah aktivitas menulis, spirit berbagi dan interaksi yang terkandung didalamnya menjadi energi luar biasa yang mendatangkan berbagai macam keajaiban tak terduga, Dan kini, keajaiban baru saya temukan: kesempatan berwisata ke Hongkong secara gratis, dengan ngeblog.

Terimakasih IDBlognetwork atas kesempatan yang sudah diberikan. Insya Allah saya akan menggunakan momen ini sebaik-baiknya sebagai sebuah pengalaman tak terlupakan seumur hidup.

Hongkong, I’m coming !  :)

Dipublikasi di Uncategorized | 1 Komentar

Menerbitkan Buku Narsis di Nulisbuku.com

Hari ini adalah sebuah hari yang berbahagia buat saya, karena tepat di Hari Kesepuluh Bulan Januari 2011, buku saya yang merupakan kumpulan cerita Narsis atau Narasi Romantis berjudul “Balada Lelaki Petang Temaram dan Perempuan Kilau Rembulan” telah terbit dan mengorbit melalui situs “self publishing” pertama di Indonesia dan juga baru saja berhasil memenangkan “Best E-Commerce” Award dalam ajang Sparx Up Award 2010, Nulis Buku.

Konsep “Self Publishing” dengan sistem “POD atau Print On Demand” sesungguhnya bukanlah hal baru. Di Amerika, www.lulu.com dikenal sebagai salah satu perintis model penerbitan seperti ini. Di Indonesia, Nulisbuku.com merintis usaha serupa dan merupakan sebuah terobosan penting bagi dunia penerbitan di Indonesia.

Situs Nulis Buku yang memiliki tagline “Publish Your Dream” ini menjadi pilihan untuk menerbitkan kisah-kisah Narsis (Narasi Romantis) yang sebelumnya saya tayangkan di blog saya ini tentu dengan pertimbangan tersendiri.

Selain sebagai wujud dukungan moril saya terhadap “start up lokal” pada Nulisbuku yang dibangun oleh rekan-rekan sesama blogger (Ollie, dkk) , Saya ingin mencoba pengalaman baru menerbitkan buku secara self publishing dan memasarkannya secara online. Dengan potensi jaringan dunia maya yang saya miliki melalui modal potensil komunitas dan relasi virtual yang luas, saya memendam keyakinan bahwa model penerbitan self publishing melalui Print on Demand dengan pemasaran via online cukup berhasil untuk diterapkan.

Tak mudah memang, apalagi masyarakat kita secara psikologis belum memiliki kebiasaan melakukan transaksi online serta mempunyai “tradisi” membeli buku langsung di toko buku dan tidak menunggu untuk dicetak lalu dikirimkan ke alamat yang bersangkutan. Kesenjangan waktu transaksi dan  saat buku tiba ditangan pembeli kerap menjadi pertimbangan sang calon pembeli untuk memutuskan membeli buku. Belum lagi soal ongkos kirim yang berada diluar dari harga jual buku.  Kendala dan Tantangan inilah yang mesti saya hadapi dalam memasarkan buku ini.

Setelah membaca dengan seksama F.A.Q (Frequently Asked Question) pada situs nulis buku, saya lalu mendaftar kesana dan memulai melakukan kompilasi tulisan-tulisan Narsis saya di blog. Saya lalu menyalin naskah tersebut kedalam format “template” yang sudah disediakan oleh Nulisbuku disini, kemudian saya meminta bantuan sahabat saya di Makassar, Syaifullah Daeng Gassing yang juga Ketua Komunitas Blogger Makassar Angingmammiri yang piawai membuat dan mendesain materi promosi untuk membuatkan cover bukunya sesuai format yang sudah disiapkan oleh Nulisbuku. Tak lupa pula saya menyiapkan materi “contoh” buku (10 halaman pertama) yang akan saya upload bersamaan nanti dengan naskahnya.

Setelah semuanya komplit, saya lalu mengunggah naskah buku ke situs Nulisbuku.com. Yang menarik, kita bisa menentukan harga buku kita sendiri. Dengan skema harga jual buku: Ongkos Produksi + Royalti Penulis + Fee untuk Nulisbuku. Royalti untuk penulis lumayan besar yaitu 60% dan untuk Nulisbuku 40%. Ongkos produksi buku ditentukan berdasarkan jumlah halaman buku serta material kertasnya. Setelah input jumlah halaman buku dan jenis kertasnya, akan keluar harga ongkos produksi. Kita tinggal menentukan harga jual buku yang kita inginkan. Jika naskah sudah selesai diunggah, maka akan datang email konfirmasi dari pihak Nulisbuku.com.

Untuk keperluan “proofread” dan review, sebelum buku ini “Live” di pasaran, kita membeli satu buku dulu lewat Nulisbuku.com. Satu minggu kemudian, bukunya tiba. Bila memang sudah cocok dengan keinginan kita, maka konfirmasi “cetak” dan promosi sudah bisa kita kirim ke admin nulisbuku.com. Dan begitulah, buku kita pun sudah langsung dipajang di “etalase” Nulisbuku.com. Simple, cepat dan praktis.

Saat ini buku Narsis (Narasi Romantis) saya sudah bisa anda dapatkan dengan klik link ini. Tebal bukunya 149 halaman dan harganya Rp 46.500 (tidak termasuk ongkos kirim).  Untuk prosedur cara belanja buku di Nulisbuku.com bisa dilihat disini.

Beli buku saya ya? :) )

Dipublikasi di Informasi | Tinggalkan Komentar

MY BLOGGING KALEIDOSKOP 2010

Januari 2010

Hari ini, Senin 25 Januari 2010, wajah saya yang imut, montok, menggemaskan dan bersahaja itu nongol di iklan Kompasiana di Harian Kompas. Ini adalah kali pertama saya bergaya — dengan sengaja — dan tampil di media layaknya seorang foto model. Pengambilan gambarnya sendiri dilakukan dua minggu lalu di ruang kantor Kompas Cyber Media (induk Kompasiana) Gedung Kompas Gramedia Lt.5 Jln.Palmerah Selatan. Yang membanggakan, saya ikut mejeng bareng dengan mantan Wakil Presiden RI Bapak HM.Jusuf Kalla. Iklan ini adalah serial iklan kedua Kompasiana, setelah sebelumnya, pada Kompas hari Minggu,17 Januari 2010 sudah muncul edisi pertama.

Februari 2010

Bertempat di Istora Senayan Jakarta, tanggal 27 Februari 2010, saya menghadiri event nangkring Kompasiana bersamaan dengan pelaksanaan kegiatan Pameran Buku dan Media Kompas Gramedia Fair 2010. Pada kesempatan itu, selain berkopdar, kami juga melaksanakan diskusi bersama pengelola Kompasiana Kang Pepih Nugraha dan Mas Iskandar Zulkarnaen. Kopdar yang dihadiri sekitar 50 orang itu juga dimeriahkan dengan kehadiran Bapak Publik Blog Kompasiana Pak Prayitno Ramelan.

Maret 2010


Tanggal 6-7 Maret 2010 Komunitas Blogger Bekasi yang baru berusia 6 bulan menyelenggarakan event temu blogger berskala nasional yang bertajuk “Amprokan Blogger” yang juga dirangkaian dengan HUT Kota Bekasi. Kegiatan ini dihadiri oleh 300-an orang blogger serta perwakilan komunitas blogger seluruh Indonesia. Alhamdulillah acara ini berlangsung sukses dan lancar.

April 2010


Tanggal 15 April 2010, Secara resmi, Panitia Lomba Blog Internasional The Bobs ke-enam telah mengumumkan daftar pemenang perolehan voting terbanyak kompetisi ini yang ditutup sehari sblmnya waktu setempat (sekitar pukul 22.00 WIB). Alhamdulillah, Blog saya meraih peringkat pertama perolehan voting terbanyak untuk kategori blog Berbahasa Indonesia dengan perolehan suara 28% mengalahkan 10 blog nominator lainnya. Terdapat 11 kategori bahasa The BOBs, dari setiap bahasa akan dipilih satu blog terbaik pilihan juri. Selain itu masih ada enam kategori umum lainnya: Best Weblog, Best Podcast, Reporter Without Borders Award, Blogwurst Award dan Special Award: Perubahan Iklim.

Dalam kompetisi ini, selain ditetapkan pemenang dengan voting terbanyak per kategori, juga ditetapkan pemenang pilihan juri internasional yang diumumkan dalam konferensi internet re:publica.di Friedrichstadtpalast Berlin. Dari Indonesia, sebagai pemenangnya adalah Blog Paman Tyo di www.blogombal.org

Ini sebuah pengalaman yg luarbiasa dan mengesankan selama 7 tahun “karir” saya ngeblog

Juni 2010

Alhamdulillah sebuah kabar gembira datang dari Yahoo Indonesia yang menyatakan saya sebagaipemenang kontes mingguan berhadiah sebuah Ipod Nano 8 GB lewat kompetisi bertajuk Football Mim Minggu ini. Dalam kompetisi tersebut. saya mengikut sertakan foto saya ketika bermain bola memakai sarung dalam ajang lomba HUT Kemerdekaan Indonesia tahun 2008. bersama bapak-bapak yang tinggal di dekat rumah saya Jl.Antilop 5 Perumahan Cikarang Baru.

Juli 2010

Alhamdulillah, Bulan Juli 2010 saya berhasil memenangkan sebuah handphone Nokia C 3 dalam Lomba Menulis Blog 1000 tulisan 100 menit yang diselenggarakan oleh Kompasiana. Kisah kemenangan itu saya tulis disini.

Pada tanggal 18 Juli 2010 juga, saya menghadiri sebuah kopdar blogger paling unik yaitu Kopdar Aerobik. Kami, para blogger Bekasi berkumpul dan melakukan olahraga aerobik bersama dipandu instruktur profesional pada ajang Car Free Day Bekasi. Kisahnya ada disini.

Agustus 2010

Saya memandu Seminar Sosialisasi Pengembangan ASEAN kerjasama Komunitas Blogger Bekasi bersama Kementerian Luar Negeri RI bertempat di Hotel Horizon Bekasi tanggal 7 Agustus 2010.

Kegiatan Seminar sosialisasi pengembangan Komunitas ASEAN di Bekasi ini adalah kegiatan yang ketiga dari dua kegiatan serupa yang pernah diadakan di Surabaya (kerjasama dengan Komunitas Blogger Tugu Pahlawan) dan Solo (kerjasama dengan komunitas Blogger Bengawan).

Dalam Seminar yang dihadiri oleh sekitar 100 orang peserta (termasuk sejumlah siswa dan siswi SMU wilayah Bekasi) itu, saya tampil sebagai moderator yang memandu diskusi dengan Narasumber Jose Tavares Direktur Mitra Wicara Antar Kawasan ASEAN, Irmawan Emir Wisnandar Direktur Kerjasama Fungsional ASEAN dan Foster Gultom Direktur Kerjasama Ekonomi ASEAN serta Pepih Nugraha (Jurnalis Kompas dan admin Kompasiana).

September 2010


Pada bulan ini sebuah babak baru saya lakoni sebagai seorang Blogger.

Kontrak sebagai Freelance Blogger YahooIndonesia selama setahun yang dibuat langsung oleh Yahoo South East Asia Singapore, saya terima di pertengahan puasa Ramadhan dan sudah saya tandatangani serta kirim kembali ke Singapore sehari setelahnya. Sejak saat itu saya telah resmi menjadi Freelance Blogger Yahoo Indonesia dan akan mengisi artikel-artikel di beberapa kanal yang ada disana dimulai dengan mengisi tulisan tentang daerah-daerah wisata Indonesia khususnya di rubrik Jalan-Jalan YahooTravel dan Yahoo OMG Indonesia.

Oktober 2010

Untuk kedua kalinya saya bergabung kembali menjadi Panitia Pesta Blogger 2010 yang diketuai oleh Irayani Queencyputri. Setelah menghadiri Blogshop dan menghadiri mini Pesta Blogger di Yogyakarta tanggal 8-10 Oktober 2010, saya menghadiri acara puncak perhelatan akbar para blogger Indonesia itu di Rasuna Episentrum tanggal 30 Oktober 2010. Acara ini berlangsung sukses dan meriah, dihadiri oleh 2000 orang peserta. Yang membanggakan adalah, Komunitas Blogger Bekasi, dimana saya menjadi penasehatnya berhasil meraih predikat sebagai komunitas blogger berbasis komunitas terbaik di Indonesia pada ajang Blog Award.

November 2010

Pada tanggal 27 November 2010 bertempat di MU Cafe, saya menghadiri acara perayaan HUT Kedua Kompasiana. Acaranya sangat menarik dan inspiratif, disaat yang sama diperlihatkan pula piala untuk Kompasiana yang berhasil memenangi Silver Awards (peringkat kedua) Konten Digital Terbaik kategori Konten Berbasis Pengguna (Best in Digital Content Award – User Generated Content) pada acara Digital Media Award 2010 di Singapura, bersama dua situs media sosial lain, yaitu Oknation (www.oknation.net) di peringkat pertama dan Stomp (www.stomp.co.sg) di peringkat ketiga. Kemenangan ini semakin melengkapi prestasi serupa yang diraih Kompasiana sebelumnya secara nasional yaitu penghargaan sebagai Kanal Blog Citizen Journalism Terbaik dari Pesta Blogger 2010 dan Marketeers Netizen Champion dari majalah Marketeers.Pada acara pemotongan kue ultah, saya diberi kesempatan mendapat potongan kue pertama mewakili penggiat Kompasiana yang diserahkan langsung oleh Adminnya, Pepih Nugraha.

Desember 2010

Tanggal 10 Desember 2010, saya kembali ‘beraksi’ sebagai moderator pada kegiatan Seminar Sosialisasi Pengembangan ASEAN kerjasama Kemenlu RI dan Komunitas Blogger Makassar Anging Mammiri bertempat di Hotel Horizon Makassar. Seminar yang diikuti oleh 100 orang peserta ini menghadirkan Direktur Kerjasama Fungsional ASEAN yang diwakili oleh Wisnu Edi Pratiknya yang memaparkan mengenai Perkembangan ASEAN pasca Penandatangan Piagam ASEAN, kemudian Duta Besar Hazairin Pohan (Mantan Duta Besar RI untuk Polandia dan Pejabat Senior Kemlu RI) membahas mengenai Hubungan Kerjasama ASEAN dan pelaksanaan kemitraan ASEAN;  dan Duta Besar Prof.DR.Basri Hassanudin,MA (Mantan Duta Besar RI untuk Iran dan Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Hasanudin) yang akan membahas mengenai Peran Pemerintah Daerah di tengah perkembangan kerjasama ASEAN.

SELAMAT TINGGAL 2010…

Dipublikasi di ARTIKEL | Tinggalkan Komentar

PUISI : SEPANJANG BRAGA, DAN SETERUSNYA..

Sepanjang Braga adalah bunga-bunga kusam

Yang tumbuh dengan kisah-kisahnya sendiri

Kidung Melankolis adalah pesona rindu

dan hiruk pikuk, mungkin, hanyalah setitik nuansa

“Kita adalah nonsens!” katamu getir

Angin Parahyangan tertawa terbahak-bahak

“Kita hanya sampah, pasir, batu kali, rumput dan apa saja,”jeritmu kesal

Aspal beku yang terbaring menggeliat resah

Pada Bahunya kita diam

Malam jatuh dan langit mencucurkan air mata

“Bukan buat kita,” ulangmu berkali-kali

Dan langkah terseret satu-satu

Susuri Braga yang penat tertindih beban kita

Pada sepi jalannya kita terpaku bisu

Adakah malam masih menanti pagi?

Bandung, Juni 1991

Catatan :

Ini adalah puisi lama saya yang kebetulan saya temukan pada arsip Penerbitan Kampus Identitas UNHAS saat pulang ke Makassar minggu lalu. Diterbitkan di Identitas bulan Januari 1992.

Dipublikasi di Uncategorized | 1 Komentar

MENIKMATI RADIO SIARAN DARI DUNIA MAYA

Sebuah pengalaman baru saya nikmati minggu lalu : mendengar radio siaran suka-suka dari dunia maya

Kebetulan, seusai menjalankan ritual ibadah sholat malam, saya membuka akun twitter ,menjelajahi rimba internet dan mendadak “nyangkut” pada akun twitter @radioteflon. Penasaran, saya membuka link http://radio.cahandong.org (bisa juga dibuka di http://202.69.110.133:8000/) yang ada pada akun tersebut.

Dan mulailah saya merasakan sensasi mendengarkan siaran radio streaming internet yang dikelola oleh Komunitas Blogger Yogyakarta Cahandong tersebut dan semalam dipandu oleh penyiar Kak Mantje. Lagu-lagu lawas bernuansa sendu seketika mengisi ruang kerja saya dari speaker laptop, membawa saya pada imajinasi absurd dan terlena pada lamunan masa lalu yang indah. Iseng-iseng saya mengetikkan pesanan lagu “Have I Told You Lately” yang dibawakan oleh Rod Stewart dan mentioned ke @radioteflon di twitter dan segera direspon dengan cepat.

“have i told you lately dari penyanyi bersuara serak2 basah, rod stewart. lagu ini spesial buat mas @amriltg yaa” demikian balasan dari @radioteflon lewat akun twitter saya. Dan mengalunlah suara merdu Rod Steward menembus hening malam. Saya terpekik riang dan ikut bernyanyi lirih setiap bait yang dinyanyikan oleh penyanyi gaek kondang itu. Saya mendadak merasakan euphoria tersendiri saat terkenang kembali ketika masih bersekolah di SD dan SMP dulu dimana radio menjadi satu-satunya hiburan audio di kampung. Terkadang saya memesan lagu favorit saya lewat surat dan itu mesti menunggu hingga 3-4 hari kemudian baru diputar. Lewat telepon juga demikian, responnya tidak secepat yang saya harapkan karena mesti menunggu antrian serta tidak ada respon balik apapun dari pihak stasion radio apakah lagu saya jadi ditayangkan atau tidak.

Kini, di Radio Teflon yang baru berdiri pertengahan November silam itu, saya tak butuh waktu lama mengirim pesanan lagu. Cukup mengetik via twitter dan mengarahkannya ke akun @radioteflon. Respon kepastian pemutaran lagu saya peroleh dengan cepat dan tentu saja akan segera menyiapkan diri untuk mendengarkan lagu pesanan saya itu. Hal lain yang menarik adalah para penyiar radio Teflon berasal dari berbagai latar belakang (umumnya adalah blogger) dengan materi siaran yang “tak terduga”. Seperti yang tertera pada Blog Nonadita , Radio Teflon menayangkan Konsultasi Cinta bersama Om Broto, Memetwit eh Memeradio bersama Jeng Wulan, Ngobrolin Film, Momonoshow, Jazz Chill Out & Obrolan Bola, dll. Tidak hanya itu, Radio Teflon juga menyediakan serial radio Saur Sepuh, lagu-lagu Warkop, lawakan ngapak, serta talkshow bersama beberapa narasumber yang juga “tak terduga”.

Fenomena Radio Streaming Internet sesungguhnya bukanlah hal yang baru terjadi. Pada beberapa stasiun radio terkemuka di Indonesia, aplikasi ini bisa kita temukan dengan mudah. Namun, ketika aplikasi aplikasi radio streaming ini dikolaborasikan dengan interaksi aktif lewat jejaring social media secara intens, kian mendekatkan secara emosional antara pengelola radio dan pendengarnya. Membuat sang pendengar terasa lebih nyaman karena dilayani secara personal, interaktif dan tak berjarak. Saya menemukan keakraban virtual itu di radio Teflon, apalagi tatkala Kak Mantje dengan suara baritonnya yang khas, usil menyentil saya di siarannya ,”semoga dengan mendengar lagu Rod Steward ini membuat mas Amril makin terinspirasi dan mampu menghasilkan puisi-puisi romantis melankolis yang indah di blognya”. Ah, Kak Mantje bisa aja nih!  :)

Upaya membuat jaringan radio streaming sendiri sudah begitu mudah dilakukan oleh orang awam sekalipun. Cukup dengan perlengkapan audio sederhana dilengkapi WinAmp, jaringan internet yang stabil serta penambahan radio shoutcast, maka jadilah radio streaming pribadi. Jika pada radio konvensional segmentasi wilayahnya sangat terbatas, misalnya jaringan radio di sekitar Cikarang, hanya dapat didengarkan didaerah tersebut saja karena keterbatasan frekwensi/jaringan, maka radio Streaming bisa didengarkan seluruh dunia. Puluhan ribu kilometer sekalipun dari pengelola radio menyiarkannya. Internet telah memungkinkan kemustahilan itu.

Coba anda simak salah satu aplikasi radio streaming lainnya yaitu “Radio Kentang” (www.kentangradio.com). Seperti yang saya kutip dari Koran Tempo rubrik i-Tempo tanggal 20 Maret 2010, radio yang didirikan oleh Christoforus Priyo Nugroho dan Toma Avianda dibuat secara spontan dan terinspirasi saat menonton streaming pertandingan sepakbola via internet. “Kalau nonton bola bisa streaming di Internet, kenapa siaran radio enggak bisa? Logikanya kan sama,” ujar Chris pada Koran Tempo. Keduanya akhirnya memutuskan membuat sebuah radio daring. Toma kebagian menangani sisi teknisnya, seperti mengembangkan situs web, player, dan chat room atau ruang obrol di Kentang Radio. Sedangkan Chris, yang menangani segi kontennya, yakni memperbanyak lagu-lagu di database mereka.

Yang menarik keduanya tak memiliki latar belakang pengalaman sebagai penyiar radio. Program acaranya pun ditayangkan dengan pendekatan “suka-suka”. Pokoknya disiarkan tanpa tenggat dan ketika sedang sempat.Jadi jangan heran bila anda tengah asyik terbuai oleh lagu melankolis, tiba-tiba siarannya terhenti tanpa kata perpisahan sebelumnya.Memang mereka terkesan belum terlalu serius menggarap ini karena memiliki kegiatan lain yang butuh konsentrasi tinggi. “Kentang Radio memang baru siaran saat kami punya waktu untuk siaran dan memutar lagu, jadi tak ada niat untuk asal-asalan,” kata Chris pada iTempo.

Koleksi lagu Kentang Radio sudah mencapai 36 ribu buah dari berbagai genre dan kebanyakan merupakan lagu-lagu lawas. Tidak hanya itu, kentang radio membuat sebuah aplikasi untuk “ditanam” di Facebook yang kemudian memungkinkan penyiar dan pendengar saling berinteraksi lewat ruang obrolan (chatting) sembari mendengarkan lagu yang dilantunkan. Jadi berbeda dengan penyiar radio konvensional yang “cuap-cuap”, interaksi terbangun melalui obrolan online di ruang chatting. Kedua pengelola Radio Kentang ini bertekad untuk tetap konsisten menggunakan dan mengembangkan radio internet ini dengan alasan selain butuh dana besar, juga aspek perizinan yang rumit untuk pengelolaan radio konvensional.

Kini, Radio Teflon atau Radio Kentang menemani aktifitas keseharian saya. Sambil menyeruput kopi di meja kerja, celetukan-celetukan nakal yang kerap membuat saya tersenyum-senyum sendiri dan lagu-lagu kegemaran saya mengalun lembut dari speaker komputer, terkadang sayapun ikut bersenandung riang mengikuti irama lagu “Kugadaikan Cintaku” yang dipopulerkan oleh alm.Gombloh: Di Radiooo… aku dengaar…lagu kesayanganku..kutelepon dirumahmu, sedang apa sayangku, kuharap kau mendengar..dan..kukatakan rindu..

Dipublikasi di Uncategorized | 2 Komentar

Prosesi Pelebon Yang Unik dan Eksotis

Bali selalu menjadi ikon daya tarik pariwisata Indonesia yang paling populer.  Keindahan pulau Dewata ini memiliki daya pukau tidak hanya pada lokasi wisata yang menakjubkan dengan pemandangan memikat yang membuai mata, juga pada upacara-upacara adat dan merupakan representasi eksotisme budaya khas daerah yang unik.

Salah satu upacara adat yang sakral dan cukup kolosal diadakan pada tanggal 2 November 2010 lalu berupa prosesi Pelebon (pembakaran jenazah) Ida Dwagung Peliatan, raja Puri Agung Peliatan ke-IX bertempat di Puri Agung Peliatan, Ubud Gianyar Bali.  Beliau wafat pada tanggal 20 Agustus 2010 pukul 02.00 WITA dalam usia 71 tahun. Almarhum Ida Dewagung Peliatan adalah keturunan Raja Peliatan pertama dari pasangan Ida Tjokorda Gde Rai dan AA Istri Mas. Beliau diangkat atau Mabhiseka Ratu (gelar) sebagai Raja Peliatan IX sejak 5 Juni tahun 2001.

Tidak hanya ribuan warga Ubud mengantar kepergian sang raja ke Nirwana dalam sebuah ritual khusus bahkan Raja Solo dan rombongan yang beranggotakan 20 orang telah datang beberapa hari sebelumnya untuk ikut menghadiri acara spektakuler ini. Wisatawan lokal dan mancanegara juga telah jauh-jauh hari sebelumnya “menandai” hari perhelatan akbar ini dan siap menjadi bagian dari kemeriahan acaranya yang konon merupakan upacara Ngaben termegah yang pernah dilaksanakan dalam kurun waktu 30 tahun terakhir di Ubud.

Telah jauh hari sebelumnya, “Bade”  (tempat mengusung jenazah) tumpang solas atau bertingkat 11 dengan ketinggian 25,5 meter disiapkan.  Bade ini terdiri dari bagian setinggi 10,5 meter, Bale-balean tinggi 3 meter dan tumpang dengan tinggi 12 meter. Bade ini memakai pondasi berupa pengawak dasar ukuran 3,10 meter x 2,45 meter.  Bade adalah wadah untuk mayat yang diusung bersama dengan sebuah replika lembu atau sapi berwarna putih yang besar dan indah. Bade tersebut diusung oleh sekitar 300 orang dari 35 banjar di kecamatan Ubud dan Tegallalang. Satu hari sebelum perayaan atau tanggal 1 November, Bade tersebut benar-benar siap. Kemudian bade akan disatukan dengan tangga setinggi 25 meter bertempat di Ancak Saji Puri Agung Peliatan.

Replika Lembu menggunakan mahkota sesuai dengan kedudukan yang meninggal dan terbuat dari rangkaian bambu dibungkus kain putih yang diimpor dari Norwegia, yang pembuatannya di Puri Agung Peliatan Ubud memakan biaya hingga ratusan juta. Patung Lembu setinggi 5 meter yang megah ini juga menjadi simbol strata sosial dan kesucian dari kasta Ksatria.

nagabanda

Naga Banda adalah lambang upacara kremasi kerajaan dan khusus disiapkan bagi anggota kerajaan untuk membawa arwah mereka ke nirwana. Naga banda yang bersisik kulit emas itu dibuatkan khusus dari Puri Agung Ubud. Naga banda itu dijemput 27 Oktober 2010 dari Puri Ubud menuju Puri Peliatan. Pada saat upacara pelebon, naga banda akan dipanah oleh Ida Pedanda Lingsir Griya Santhi Peliatan, Ubud. Naga banda akan menjadi salah satu kendaraan untuk jenazah yang akan dikremasi.

Prosesi Pelebon merupakan acara puncak dari rangkaian acara yang dilaksanakan sebelumnya dan makna Pelebon adalah merupakan proses pelepasan hal-hal duniawi dari orang yang meninggal. Mengembalikan unsur-unsur pembentuk tubuh manusia kepada alam (dalam bentuk lima elemen yang dikenal dengan Panca Maha Buta yaitu tanah, udara, api, air, dan eter)., dan melepaskannya dari ikatan duniawi.

4051153pBiasanya keluarga yang ditinggalkan mengantar arwah yang wafat dalam suasana kesedihan dan duka cita. Namun sebelum prosesi Pelebon menyiratkan makna sebaliknya.

Ritual ini merupakan sebuah cara untuk menenangkan jiwa yang “pergi” dan memastikan tak ada isak tangis dari keluarga yang ditinggalkan. Di Bali berkembang keyakinan, tangisan keluarga akan menghalangi perjalanan sang arwah menuju nirwana.

tupeng-pajagan-compress

Menjelang upacara Pelebon Almarhum Ida Dewagung Peliatan, dilaksanakan sejumlah acara seperti tarian tradisional dan drama yang meriah tepat di depan pelataran pintu masuk Puri Peliatan yang tinggi dan megah. Penari itu kemudian bersandiwara mengungkapkan tentang acara pelebon yang akan digelar beberapa hari kemudian.  Pengunjung riang gembira dan menikmati gerakan tari yang gemulai serta drama topeng dengan suara lantang menggema.

Tidak hanya itu, bertempat di pelataran puri ada pertunjukkan wayang kulit yang dipentaskan pada pukul 9 malam. Pertunjukannya mirip seperti wayang kulit Jawa, bedanya tampilan bayangan justru tampak dari depan dengan layar mirip sebuah bioskop dan dalang tidak terlihat. Sungguh sebuah rangkaian prosesi yang meriah dan kolosal serta merupakan bagian dari kearifan lokal tradisi dan budaya khas bangsa Indonesia.

Sumber foto :

diambil dari Kompas.com dan Indonesia Travel

Dipublikasi di ARTIKEL | 2 Komentar

Kisah Mudik 2010 (6) : Gempa, Ke Kids Fun Lagi dan Naik Andong

Malam baru saja melewati pucuknya, Minggu (12/9) ketika guncangan itu tiba-tiba terjadi.

“Gempa !! Gempa !!”, seru adik ipar saya, Ahmad, yang “sense of awareness”-nya sudah sangat tinggi karena lama tinggal di Yogya dan telah beberapa kali mengalami kejadian ini. Ahmad langsung membopong Rizky keluar.

Saya terbangun dari lelap tidur dan spontan menggendong Alya yang masih terlelap. Istri saya panik dan bergegas ikut keluar rumah.  Saya memintanya untuk tetap tenang. Sejak gempa Tasikmalaya yang sempat terasa di Cikarang tahun lalu, memang sempat membuat istri saya trauma. Ketika gempa terjadi sore hari, istri saya baru saja memandikan anak-anak dan secara terburu-buru membawa buah hati kami itu lari keluar rumah.

Getaran gempa yang konon menurut BMKG berkekuatan 5.0 Scala Richter tersebut sungguh membuat kami shock. Kaget bukan main. Untung saja cuma sebentar, dan kami kembali masuk ke rumah dengan perasaan was-was.

Rizky dan Alya memang sempat terbangun, namun mungkin karena kantuknya lebih berat, akhirnya mereka tertidur kembali seperti tidak ada apa-apa.  Saya, ayah mertua, Ahmad, Mas Saman dan Dwi, lelaki-lelaki yang ada dirumah memilih untuk tetap terjaga untuk mengantisipasi datangnya gempa susulan. Sampai pukul 02.00, saya akhirnya tidak kuat dan akhirnya terlelap kembali. Usai sholat subuh, saya tak kuasa menahan kantuk dan tidur lagi.

“Pa..Pa..bangun Pa, katanya mau berenang?” suara si bungsu Alya terdengar lamat-lamat ditelinga membangunkan saya yang masih berselimut sarung. Saya hanya menyahut tak jelas, lalu tidur kembali.

“ADUUH!!” saya menjerit kesakitan. Ternyata, Alya secara sadis tiba-tiba mencabut bulu kaki saya. Sebuah cara membangunkan ayah yang brutal. Alya terkikik geli. Apa boleh buat, saya akhirnya bangun dengan enggan dan memangku si bungsu manja ini. Saya melirik jam, sudah pukul 07.30 pagi.

“Ayooo dong Pa, katanya kita mau berenang lagi di Kids Fun. Baju renangnya udah disiapin tuh, Kak Rizky juga udah sembuh dan tidak panas lagi,” katanya dengan kerlip mata jernih yang membuat saya tak bisa menolak itu.

Dan begitulah, saya akhirnya bangun lalu bersama kedua buah hati saya itu, dengan mengendarai motor menuju ke kolam renang Aqua Splash Kids Fun,target kunjungan saat kami kesana 2 hari sebelumnya. Istri saya akan menyusul segera setelah menyiapkan sarapan untuk anak-anak. Hanya sekitar 10 menit, kami sampai disana.

Setelah membayar karcis (Rp 13.000/orang), kami masuk arena kolam renang yang masih sepi tersebut. Rizky dan Alya yang sudah memakai pakaian renangnya langsung nyebur. Saya memesan 2 bungkus kentang goreng di Cafe Aqua Splash buat kedua anak saya, sebelum akhirnya ikutan bermain air bersama anak-anak di kolam AquaSplash. Berikut foto-fotonya:

Seusai berenang, kami sekeluarga mencoba sensasi naik andong dari Rejowinangun ke Malioboro.

Hari Senin (13/9) memang adalah hari terakhir kami berada di Yogya, dan rencananya hari itu kami bermaksud untuk jalan-jalan membeli oleh-oleh di kawasan Malioboro.  Mulanya tawar menawar agak alot, namun berkat kepiawaian istri saya bernegosiasi, disepakatilah biaya Rp 40.000 ke Malioboro.

Sepanjang perjalanan naik andong anak-anak sangat senang merasakan terpaan angin lembut di kiri dan kanan serta pemandangan kota yang eksotik ini. Tanpa terasa, kamipun akhirnya sampai di Malioboro dan menghabiskan waktu dikawasan terkenal dan sangat padat oleh pengunjung ketika itu.

Bersambung..

Dipublikasi di Kisah | Tinggalkan Komentar

Kisah Mudik 2010 (5) : Peresmian Mie Ayam Sehati Emia Yogya

Perjalanan Mudik kami di Yogya memasuki hari keempat. Dan di hari Minggu (12/9), kami sekeluarga bersama adik ipar saya, Ahmad, menghadiri pembukaan Mie Sehati di Jln.Cungkuk Raya 258. Sampai disana, kami disambut hangat oleh sang owner yang juga mantan tetangga saya Blogger se-hidup se-Cikarang Mas Eko Eshape beserta Mbak Yeni, sang istri dan menjadi pengelola warung Mie Sehati di Yogya ini.

Dua bulan silam, keluarga Mas Eko hijrah ke Yogya dari Cikarang. Sebelumnya, mbak Yeni beserta sejumlah rekan di Cikarang membuka usaha mie Sehati di Jalan Beruang Perumahan Cikarang Baru. Setelah pindah ke Yogya, usaha Mie Sehati kembali dirintis di Jalan Cungkuk Raya 258 yang berada tepat dibelakang rumah keluarga Mas Eko.

Seperti diungkapkan di situsnya, filosofi nama Mie Ayam Sehati yang bernaung dalam Mie Perto Grup ini adalah karena Mie ini dibuat sendiri dan langsung disajikan hari itu juga, sehingga terjamin dari sisi kesehatan dan kandungan gizinya, sehingga harus ada kata SEHAT dalam merk ini. Mie Ayam ini telah menyatukan beberapa hati dari teman-teman yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam kegiatan ini, sehingga layak kalau ada kata SEHATI dalam merk makanan ini.

“Mie Sehati di Yogya ini kita berikan nama EMIA atau Enaknya Minta Ampun,” kata Mas Eko menjelaskan istilah EMIA yang tertera pada spanduknya.

“Semua filosofi mie ayam Sehati sama dengan mie ayam EmiA, “tambah wakil ketua Komunitas Blogger Bekasi ini, “hanya ada satu tambahan rasa saja. Kalau Mie Ayam Sehati terkenal dengan tiga rasa, maka Mie Ayam EmiA tambah satu rasa yaitu rasa Emia alias Enaknya Minta Ampun”.

Konsep Bisnis Mie Sehati dijelaskan secara rinci di blog Mie Sehati, dan memang bila anda tertarik menekuni bisnis ini maka prospek cerah berada didepan mata. Berikut, saya kutip dialog menarik di link tadi, tentang bagaimana memulai bisnis Mie Sehati yang pernah menjadi Kuliner Online terbaik pilihan Detik Food ini :

“Modal untuk usaha Mie Ayam, diluar biaya tempat, biasanya berkisar pada angka 3 juta rupiah”

“Angka sebesar itu untuk apa saja ya?”

“Itu adalah angka untuk pembelian mesin giling mie, kompor dan perlengkapan lainnya”

“Kalau kita sudah punya kompor?”

“Ya angkanya bisa turun dari 3 juta. Kurangi dengan harga kompornya. Pada prinsipnya yang paling mahal adalah pembelian alat giling mie, yaitu seharga 525 ribu. Selebihnya biasanya kita sudah punya, misalnya sendok, garpu, panci dll”

“Terus kalau kita buka warung mie ayam, apakah namanya harus Mie Sehati atau Mie Perto?”

“Nama usaha, silahkan pilih sendiri yang paling cocok di hati. Setelah itu cantumkan nama Mie Perto Group di salah satu sudut papan nama atau spanduk. Contohnya di Mie Jawara yang baru saja buka di Cibubur. Mereka mengambil nama Mie Jawara – Sehati – Perto Group. Boleh-boleh saja”

“Apa beda atau kesamaan dari Mie Sehati dengan Mie Perto Group?”

“Mereka adalah dua bersaudara. Mie Perto adalah Kakak tertua dan adik satu-satunya adalah Mie Sehati”

“Maksudnya?”

“Artinya tidak ada bedanya antara Mie Perto dan Mie Sehati. Sampai saat ini kalau ada pelatihan, maka pelatih utama adalah Mie Perto dan asistennya adalah Mie Sehati. Dua-duanya punya ilmu yang ama dalam meracik menu mie Ayam ini”

“Terus bagaimana model kemitraan di Mie ayam Perto atau Sehati ini?”

“Yang pertama, penjual Mie Ayam yang bernaung di bawah Mie Perto Group atau Mie Sehati harus membeli bumbu mie atau yang sering kita sebut biang mie ke Manajemen Perto Group”

“Harganya?”

“Sangat murah. Hanya 5.000 rupiah per bungkus. Biang mie ini akan dicampurkan dengan 1 kg adonan tepung, sehingga menghasilkan sekitar 18 mangkok”

“Terus cara pembelian biang mie itu bagaimana?”

“Pesan minimal untuk 50 bungkus dan akan dikirim via TIKI atau semacamnya, tergantung tujuannya. Pengalaman selama ini tidak ada yang meleset deliverynya.”

“Wah ini iklan TIKI donk?”

“Hahaha…….kita sebut yang sering kita pakai saja. Yang lain juga bagus, cuma jarang kita pakai”

“Terus kecapnya pakai apa? Apakah harus Bango?”

“Tidak harus pak, tapi wajib !”

“Hahahaha….karena aktifis Mie Sehati ini anggota komunitas Bangomania ya?”

“Selain kita anggota komunitas Bangomania, kecap Bango memang enak kok pak!”

“Jadi hanya itu saja ya syaratnya? Apakah ada iuran atau suatu angka rupiah untuk dibayarkan ke Perto Group setiap bulannya sebagai bukti kemitraan ini?”

“Bila usaha mienya sudah untung, maka ada satu kewajiban yang kita wajibkan untuk semua mitra kerja kita yaitu agar mereka menyisihkan keuntungannya pada mereka yang sedang membutuhkan. Tidak usah besar-besar, cukup 2,5% saja. Kalau mau lebih ya dipesilahkan”

“Wah gampang banget ya? Tapi bagaimana cara merekrut karyawannya? Apakah karyawan itu bisa diikutkan dalam pelatihan disini?”

“Prinsipnya, kita ajarkan cara membuat mie lengkap dari A-Z hanya untuk pemilik usaha Mie Ayam. Dengan demikian pemiliknya tahu persis apa saja yang berhubungan dengan bisnis Mie Ayam ini. Bila suatu saat ada karyawan yang pergi, maka ilmu Mie Ayamnya tidak akan ikut pergi, karena kitalah yang punya ilmunya”

Dalam Grand Launching Mie Sehati Yogya, kami melahap habis mie ayam yang sangat lezat itu dan diberikan secara cuma-cuma hanya di hari peluncuran. Warna mie yang hijau berasal dari sayur sawi yang dihaluskan dan dicampur dengan adonan mie, memberikan sensasi rasa yang luar biasa.

“Selain sayur sawi, bisa juga digunakan bayam atau daun katuk, namun selama ini, sayur sawilah yang terbukti paling awet untuk dipakai sebagai bahan campuran pembuatan mie ini,” kata Mas Eko.

Rasa Mie Sehati semakin “nendang” ketika ditambahkan saos sambal Dua Belibis yang konon, kata Mas Eko, merupakan jodoh yang paling tepat untuk menyantap Mie Sehati.

Dan memang betul, setelah ditambahkan saos tersebut, rasa Mie Ayamnya menjadi tambah istimewa. Tak heran, Rizky dan Alya sangat lahap menyantap Mie Sehati.

Sebelum pamit pulang, berfoto bersama dulu di Gerai Mie Ayam Sehati EMIA Yogyakarta

Para pengunjung yang datang dalam acara peluncuran Mie Sehati EMIA Yogya lumayan banyak. Usai acara kami pamit, karena akan ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah membawa Rizky yang sakit demam panas sejak semalam.

Selamat dan Sukses untuk Mie Ayam Sehati EMIA Yogya !

Dipublikasi di Kisah | Tinggalkan Komentar

Kisah Mudik 2010 (4) : Menyantap Baskom Sebelum ke Kids Fun

Hari Sabtu (11/9), merupakan hari yang sangat ditunggu-tunggu oleh kedua anak saya, Rizky dan Alya.

Ya, saya memang sudah berjanji pada mereka, saat di Yogya, kami akan mengunjungi Kids Fun, sebuah arena permainan anak-anak–semacam Dunia Fantasi Mini–yang letaknya hanya 2 km dari rumah mertua saya di Kuncen, Tegaltirto.

Warung Baskom alias Bakso Komplit di Sampa'an, Yogya

Dan demikianlah, pada pukul 09.30 pagi, kami sekeluarga beserta keluarga kakak ipar berangkat bersama-sama dengan mengendarai tiga sepeda motor. Sebelumnya, kami mampir dulu mengisi perut di Baskom alias Bakso Komplit di Sampa’an, tak jauh dari Kids Fun.

Baskom ini sudah sangat terkenal dan ketika kami sampai, pengunjung sudah memadati warung kuliner sederhana tersebut.

Setelah memarkir motor, kami semua lantas masuk ke warung dan memesan menu yang disediakan.

Saya dan istri memesan bakso, sedangkan Rizky dan Alya memesan Mie Ayam. Keluarga Mas Saman, nampaknya kompak sekali memesan Bakso. Untuk minum, kami memilih memesan Es Jeruk.

Harga makanan dari warung Baskom ini sungguh sangat “ramah dompet” alias murah meriah.

Lihat saja daftar menu makanan yang ada disamping kanan.

Pertama kali saya agak bingung dengan istilah Mie Pitek, ternyata itu adalah istilah lain untuk “Mie Ayam”. Istri saya tertawa ketika anak-anak memesan Mie Ayam, saya katakan tidak ada tersedia dalam menunya. Ia lalu menjelaskan bahwa Mie Pitek sesungguhnya sama dengan Mie Ayam.

Di Baskom juga disediakan Sate, Gulai dan Tongseng. Sungguh memang komplit.

Ketika pesanan kami datang, kami langsung menyantapnya dengan lahap.

Rizky dan Alya langsung menghabiskan porsi makanannya. Dalam waktu sekejap, mie pitek..eh..mie ayam pesanan mereka langsung licin tandas.

Bakso saya sendiri sudah habis sejak tadi, dan saya memesan menu berikutnya: Es Campur. Disuasana panas seperti ini, sangat cocok minum yang dingin dan menyegarkan.Setelah semuanya selesai, kami lalu beranjak menuju Kids Fun yang berjarak hanya 200 meter dari Baskom.

Setelah memarkir motor, kami membeli karcis masuk arena bermain Kids Fun yang berada di Jalan Raya Yogya-Wonosari Km.10 ini. Lumayan murah. Untuk anak-anak, tiketnya hanya Rp 37.500 (2-14 tahun) dan dewasa (diatas 14 tahun) Rp 27.500. Ada 32 wahana permainan gratis yang dapat dinikmati di Taman Jurrassic Kids Fun kecuali area balap Go-kart, Flying Fox dan Game Room yang mesti membayar sewa tersendiri. Mulai dari Arung Jeram, Boom-Boom Car, Kereta Ular, Chain Carrousel, Jet Rider, Grand Canyon, Motor Harley sampai perahu Ontel dapat dinikmati disana.

Selain Taman Jurrassic Kids Fun ada juga arena Aqua Splash yaitu kolam renang anak-anak dengan sarana lengkap dengan tiket Rp 13.000/orang. Saya juga menikmati Hot Spot gratis yang disediakan oleh Pengelola Kids Fun dan bisa mengakses internet lewat handphone.

Rizky dan Alya langsung menjerit senang. Mereka langsung mencoba arena bermain yang tersedia disana. Inilah foto-fotonya:

Rizky dan Alya main Perahu-perahuan

Rebutan Kemudi saat main perahu

Rizky naik perahu berpenumpang tunggal

Alya di perahu penumpang tunggalnya, masih sempat bergaya saat difoto

Rizky bermain motor-motoran

Senyum Rizky di Badan Rambo :)

Kekar Menggelegar.. :)

Rizky dan Badut Kids Fun

Alya naik kereta-keretaan

Dipublikasi di Kisah | Tinggalkan Komentar