Feed on
Posts
Comments

sampul-bpnewsIni sebuah kesempatan dan kehormatan berharga untuk saya. Majalah Intern Nasabah Asuransi Bumiputera “BP News”  edisi Februari-Maret 2010 memuat hasil wawancara saya dengan salah satu staf komunikasi majalah tersebut.

Pelaksanaan wawancara itu sendiri dilaksanakan sejak bulan lalu melalui email dan chatting yang intens, mengingat kesibukan saya di kantor yang luar biasa padatnya.

Dan kemarin, saya mendapat SMS dari isteri tercinta bahwa sudah mendapatkan satu eksemplar ediai yang memuat hasil wawancara tersebut yang dikirim via Pos Kilat Khusus.

Wah..senangnya dapat kesempatan mejeng dengan narsis di majalah.

Dibawah ini saya sertakan hasil scan artikel di majalah tersebut:

atgbpnews-hal-1-resized

Halaman Pertama

atgbpnews-hal-2-resized

Halaman Kedua

Terimakasih untuk BP News !!

kompasiana

Hari ini, Senin 25 Januari 2010, wajah saya yang imut, montok, menggemaskan dan bersahaja itu nongol di iklan Kompasiana di Harian Kompas. Ini adalah kali pertama saya bergaya — dengan sengaja — dan tampil di media layaknya seorang foto model. Pengambilan gambarnya sendiri dilakukan dua minggu lalu di ruang kantor Kompas Cyber Media (induk Kompasiana) Gedung Kompas Gramedia Lt.5 Jln.Palmerah Selatan. Yang membanggakan, saya ikut mejeng bareng dengan mantan Wakil Presiden RI Bapak HM.Jusuf Kalla. Iklan ini adalah serial iklan kedua Kompasiana, setelah sebelumnya, pada Kompas hari Minggu,17 Januari 2010 sudah muncul edisi pertama.

Hari itu, di ruang meeting Kompas Cybermedia sudah berkumpul kawan-kawan Kompasianers, seperti Mas Abi Hasantoso bersama istri, Mas Yulyanto, Mas Aris Heru Utomo, Mbak Lintang, Om Jay dan ketiga anak didiknya di SMP Labschool Jakarta, Mbak Linda Djalil, Mas Honny, Pak Prayitno Ramelan, Mbak Yuni, dll. Semua terlihat sangat antusias berfoto dalam rangka promosi blog Kompasiana, sebuah blog “keroyokan” yang diasuh oleh Kompas.com. Kami disambut dengan ramah oleh Kang Pepih Nugraha dan Mas Iskandar Zulkarnaen, dua admin Kompasiana, serta menemani kami menyantap hidangan makan siang sembari menunggu giliran diambil gambar.

Semula saya bermaksud untuk mengenakan kemeja kotak-kotak dan celana jeans (Pakaian “kebangsaan” saya ke kantor)  namun akhirnya, untuk menambah keunikan latar belakang profesi para Kompasianers (istilah untuk para penggiat Kompasiana), saya memutuskan menggunakan Coverall Lapangan ala Drilling Engineer di Rig. Mbak Yuni yang bekerja di BPPT juga menggunakan pakaian putih-putih ala peneliti di Laboratorium.

Coverall NOV (National Oilwell Varco) itu yang sudah lama tidak saya pakai karena lebih banyak beraktivitas di kantor dan bukan di workshop akhirnya menjadi pakaian kebanggaan yang membungkus tubuh saya pada sesi pemotretan yang dilakukan Mas Rizky siang itu. Layaknya foto model amatiran, saya sangat gugup. Jantung saya berdegup kencang. Setelah men-sugesti diri sendiri bagaikan model ternama Adjie Pangestu (yang konon kata istri saya rada mirip dengan tampang saya yang kyut imut–hanya kata dia kurangnya cuma satu yaitu : kurang kurus  :) ) akhirnya rasa Pe-De saya tumbuh pelan-pelan. Beberapa kali mesti ganti gaya dibawah arahan Mas Rizky. Setelah 5 kali “klik” akhirnya selesai sudah.  Fiuuh…bener-bener menegangkan jadi foto model ternyata.

Nah, silahkan nikmati wajah-wajah para Kompasianers yang berasal dari latar belakang profesi dan pendidikan ini. Dan jangan lupa ngeblog di Kompasiana juga ya?


Judul Buku : Intelijen Bertawaf , Teroris Malaysia dalam Kupasan
Karya : Prayitno Ramelan
Editor : Pepih Nugraha
Penerbit : Grasindo, 2009
Tebal : 227 halaman
Cetakan : Pertama, November 2009

Kisah Intelijen, selalu menarik, karena laksana kisah alam gaib. Banyak yang merasa tahu tapi hanya bisa mengira-ngira. Demikian prolog tulisan Pak Prayitno Ramelan di salah satu artikelnya dalam buku “Intelijen Bertawaf” (selanjutnya saya sebut sebagai IB) dibawah judul “Adam Malik Agen CIA?”.

Ya, saya setuju dengan pernyataan ini.

Dunia Intelijen bagi saya sebagai orang awam sekaligus “orang sipil” tak ubahnya bagai sebuah dunia penuh misteri, penuh teka-teki, tapi selalu bikin penasaran. Daya tariknya membetot dan membangkitkan rasa ingin tahu , namun kerapkali menimbulkan rasa gentar di hati, layaknya menyelami lebih dalam dunia gaib.

Sebagai salah satu penikmat tulisan-tulisan Pak Prayitno di Blog Kompasiana, kehadiran buku IB melengkapi sebuah “puzzle” dalam pemikiran saya untuk memahami—dalam kerangka fikir lebih sederhana—mengenai sisi menarik dari dunia Intelijen. Pak Pray—demikian “nama mesra” Pak Prayitno Ramelan yang pada tanggal 22 Oktober 2009 lalu dinobatkan sebagai Bapak Publik Kompasiana—dengan lancar dan tangkas bertutur tentang banyak hal mengenai beragam aspek mulai soal Perang Intelijen dalam Pilpres, Kisah sang teroris payah, Cerita dibalik jatuhnya Helikopter TNI AU, Narasi seputar terorisme, aksi Noordin M Top dan kawan-kawan, soal Penyadapan Rani dalam kasus Pembunuhan Nazruddin Zulkarnain hingga Pengalaman Pak Pray terhindar dari bom di JW Marriot.

Seluruh rangkaian kisah ini di “hidangkan” kepada pembaca dengan racikan yang gurih, analisa yang cerdas mendalam disertai humor renyah yang kerap membuat kita menyunggingkan senyum. Sebagai Pensiunan Perwira Tinggi TNI AU dengan pangkat Marsekal Muda, Pak Pray meramu pengalamannya sebagai mantan Penasihat Menteri Pertahanan Bidang Intelijen dengan kemampuan penulisan ala blogger dengan perspektif jurnalisme warga dalam rangkaian tulisan-tulisan di buku IB yang menghasilkan sebuah produk “dashyat” : meneropong “dunia misteri” intelijen secara komprehensif, tajam dan lugas dalam kebersahajaan artikulatif, independen dan memiliki sentuhan personal yang menyentuh. Gaya bahasa populer yang disajikan Pak Pray dalam buku yang diluncurkan pada tanggal 5 Desember 2009 di apartemen Essence Jakarta Selatan ini, membuat pembaca tidak merasa “berjarak”, karena disampaikan secara lancar mengalir dan “gaul”. Membaca buku ini laksana sedang bercakap akrab dengan Pak Pray di sebuah beranda menjelang senja sembari menikmati teh manis serta hidangan pisang goreng hangat.

Pak Pray dan Buku IB yang termasuk dalam kategori Buku Laris di Toko Buku Gramedia Pondok Indah Mall  (diambil dari koleksi foto Pak Pray di Facebook)

Pak Pray dan Buku IB yang termasuk dalam kategori Buku Laris di Toko Buku Gramedia Pondok Indah Mall (diambil dari koleksi foto Pak Pray di Facebook)

Judul buku yang cukup “menggelitik” menjadi salah satu daya tarik awal buku ini dan mungkin saja akan melecut kontraversi. Pak Pray mengulasnya dengan lincah serta dikaitkan dengan contoh aktual yang ada. Pada halaman 63, Pak Pray menjelaskan mengapa Intelijen itu harus bertawaf.: Tawaf itu, menurut Pak Pray yang juga adalah putra dari Ran Ramelan seorang tokoh betawi dan oleh pemerintah dianugerahi sebagai “wartawan tiga zaman” negeri ini, adalah kodrat Ilahi, jangankan manusia, alam semesta saja bertawaf. Bulan bergerak mengelilingi bumi, bumi mengelilingi matahari. Matahari sebagai bagian salah satu Bimasakti mengelilingi induknya. Bimasakti juga bergerak. Jadi hakikat tawaf adalah “gerak.” Yang patut diingat, gerak dalam hakikat tawaf adalah gerakan yang teratur dan terstruktur. Baik itu gerakan yang sudah menjadi ketentuan Tuhan, seperti gerakan jagat raya tadi. Disisi lain ada pula katagori gerakan, dimana Tuhan memberi manusia keleluasaan untuk menentukan polanya. Konsekuensi logisnya, ya harus ditanggung sendiri oleh si manusia itu.

Banyak contoh, misalnya perjalanan industri minyak kita. Pada awal 70-an, Pertamina adalah guru yang mengajari Malaysia membangun “oil industry.” Lihat kini, setelah 40 tahun, kondisinya berubah drastis. Petronas sudah ’sprint’, pertamina masih saja ‘warming up’. Dengan sumber daya alam Indonesia yang sangat kaya raya, agak aneh kalau kita masih import minyak. Mungkin ini disebabkan kebijakan masa lalu, atau sebab-sebab lainnya. Apapun alasannya, hakikatnya sangat jelas. Petronas melakukan tawaf secara sistematis dan terstruktur pada 40 tahun terakhir. Sebaliknya pengelolaan Pertamina, mungkin bertawaf, mungkin juga tidak. Andaipun bertawaf pasti memakai gaya bebas.

Uraian pragmatis Pak Pray disertai contoh kasus (plus sentilan kritis) didalamnya mengantar pemikiran pembaca untuk mendapatkan sebuah lanskap nyata tentang paparan sederhana analisis intelijen ala Pak Pray. Pada beberapa tulisan lain Pak Pray juga mencantumkan ulasan-ulasan yang jernih dan tangkas. Dalam tulisan “Perang Intelijen dalam Pilpres” di halaman 22 misalnya, Pak Pray menuliskan adanya dugaan bahwa BIN dan TNI ikut berperan dalam Pilpres 2009 bahkan konon ada pihak intelijen luar negeri ikut “bermain”. Pak Pray mengulas topik ini dengan lebih dulu menguraikan filosofi intelijen yang seperti saya kutip dari tulisan beliau “Apabila dilihat dari fungsinya maka intelijen melakukan kegiatan penyelidikan, pengamanan dan penggalangan. Baik sebagai organisasi, kegiatan maupun fungsinya maka semuanya itu harus dimulai dengan recruitment, seleksi, pendidikan dan penugasan. Dari sederet panjang tuntutan mutlak yang ada pada tiap calon rekrut ialahintegritas pribadi, loyalitas dan kemampuan profesional. Integritas pribadi merefleksikan sosok seorang yang jujur, dapat dihandalkan, satu kata dengan perbuatan, memiliki keberanian moral, adil dan bijaksana. Loyalitas, atau kesetiaan, mengandung keteguhan akan komitmen seseorang kepada misi yang diembannya, kepada etika profesinya, kepada organisasinya, dan terutama kepada bangsa dan negaranya, diatas segala-galanya tanpa pamrih. Sosok dan lembaga intelijen tidak boleh menyimpangkan kesetiaannya kepada kelompok atau golongan, atau kepentingan-kepentingan sempit di luar kepentingan nasional. Memang dalam “pakem” intelijen, kesetiaan intelijen hanyalah kepada “user” atau pengguna, disebut sebagai single client. Dalam kedudukan BIN, organisasi akan setia penuh kepada Presiden sebagai user, bukan kepada pribadi”.

Pada ulasan selanjutnya, Pak Pray menampilkan analisis betapa istilah terjadinya “Perang Intelijen dalam Pilpres” sungguh bukanlah merupakan terminologi yang tepat. Penggunaan ilmu intelijen, ungkap Pak Pray, seperti pembentukan opini, negative campaign, black campaign memang nampak telah digunakan. Tetapi dinilai bukan sebagai sebuah hasil dari operasi intelijen lingkup besar yang terencana dengan matang. Menutup ulasannya, Pak Pray menyatakan,”Yang penting kini bagi para calon presiden dan wakil presiden sebaiknya lebih hati-hati dengan masukan yang nampaknya baik tetapi kemudian justru menimbulkan polemik yang merugikan citranya”.

Hal menarik yang terdapat dalam buku ini adalah adanya rangkaian komentar terpilih para pembaca di Blog Kompasiana, yang–seperti ciri khas Pak Pray–dibalas satu persatu dengan pembahasan yang komprehensif, santai dan cerdas.

Saya dan Pak Pray pada peluncuran buku Pak Chappy Hakim di Planet Lounge, Hotel Sultan, Jkt 1 Agustus 2009

Saya dan Pak Pray pada peluncuran buku Pak Chappy Hakim di Planet Lounge, Hotel Sultan, Jkt 1 Agustus 2009

Diskusi tentang materi yang ditulis Pak Pray terjadi secara spontan dan interaktif. Kelebihan Blog yang memiliki unsur “percakapan” didalamnya melalui komentar pembaca menjadi nilai tambah tersendiri. Dan dengan mencantumkan “percakapan” tadi dalam buku justru akan memperkaya perspektif materi yang dibahas bahkan semakin memperdalam esensi materi yang dipaparkan. Hanya saja, saya menangkap ada kekurangan disini, dimana ada komentar yang ditayangkan dibuku merujuk pada komentar sebelumnya, akan tetapi komentar tersebut tidak terpilih dan “beruntung” untuk dipajang dibuku ini. Terkesan ada “missing link” memang, tapi secara umum tidak terlalu signifikan, karena uraian yang diberikan Pak Pray menanggapi komentar tersebut relatif sudah menjelaskan dan merangkum semuanya.

Akhir kata, selamat dan sukses untuk Pak Pray atas buku IB ini. “Old Soldier never die, they just fade away,” demikian kutipan Jenderal Douglas Mc Arthur yang dikutip pada pengantar buku ini. Terbukti, meski sudah memasuki masa purnawira, Pak Pray tidak “redup” (atau “fade away”) bahkan menghasilkan karya yang bernas dan bermanfaat untuk generasi sesudahnya.

Saya tetap menantikan kehadiran Buku Pak Pray berikutnya.

coverberbagiceritaberbagicinta

Akhirnya, buku yang ditunggu-tunggu itu terbit juga!

Ya, satu tulisan saya dimuat dalam buku kompilasi tulisan inspiratif karya para penggiat situs Ngerumpi dot com. Buku ini sudah beredar di sejumlah toko buku di Indonesia dan dijual dengan harga Rp 27,000.

Sejak bulan Agustus tahun silam, dengan sedikit rasa sungkan bercampur nekad, saya bergabung di situs yang pada halaman profilnya menyatakan diri sebagai:  situs seputar wanita, sebuah wadah diskusi yang berisi segala hal yang berhubungan dengan dunia perempuan, dunia sejuta warna yang begitu dekat dengan kita. Didesain dengan konsep web 2.0, di sini kita bisa berdiskusi dan berbagi tentang banyak hal: dunia kerja, lifestyle, kehidupan keluarga, relationship, kesehatan, kehidupan sebagai lajang, sexual life, apa pun bisa kita kupas dan diskusikan di sini, tentu saja dalam koridor perempuan dan dari sudut pandang perempuan, meski tidak tertutup kemungkinan dan kesempatan bagi para pembaca laki-laki untuk ikut berpartisipasi dan menyumbangkan suara, saran dan opini mereka.

Saya bergabung di Ngerumpi dot com dengan nickname : Tukang Odong-Odong, dimana pada halaman profil saya, nampak jelas foto saya menjadi pengemudi odong-odong yang dinaiki oleh putri bungsu saya, Alya. Dan begitulah, sejak Agustus 2009 hingga kini, tulisan-tulisan saya pun “merajalela” di Ngerumpi. Beberapa diantaranya memang adalah Cross Posting dari Blog saya.

Interaksi antar penulis dan pembaca juga sangat cair dan akrab. Saya sempat menghadiri kopdar Buka Puasa bersama dan Peluncuran situs ini di Pasar Festival tanggal 23 Oktober 2009. Ternyata meski memang bercirikan situs wanita, banyak pula lelaki-lelaki yang bergabung disana menyumbangkan tulisan sekaligus berinteraksi dengan nuansa penuh kekeluargaan.

Kejutan itu kemudian datang dari salah satu pengelola situs Ngerumpi, Mbak Silly yang menyatakan telah bekerjasama bersama penerbit untuk menerbitkan buku kumpulan tulisan terpilih penulis Ngerumpi dalam sebuah buku bertajuk “Berbagi Cerita, Berbagi Cinta”.

Daftar Tulisan Terpilih itu dibagi dalam beberapa Kategori, ini dia daftarnya

LIVING SINGLE

Kenapa Saya Belum Bertemu Si Jodoh?

Being Single And … Happy?

Pilah-Pilih, Silahkan Dipilih!

There’s Someone for Everyone, It Just a Matter of Time

Jika Tak Ada Pilihan Lain

Keep It For Your Husband

Sudahkah Wanita Terbebas dari Mitos Superioritas Pria?

Wanita Hanya Memilih Pria Berkualitas Jadi Pasangan Hidupnya

Menikah = Berprestasi?

Relationship

Pacaran Sama Orang Lain Atau Diri Sendiri?

Jika Memang Harus, Selingkuhlah Dengan Baik Dan Benar

Memilih Cinta atau Materi, Pria Memandang

Dear, Mantan Kekasih

Privasiku… Privasimu

Single or Taken, Pilih yang Mana?

Pria dan Airmata

Jadilah Diri Sendiri dan…

Putus atau Jalan Terus?

Wanita Lebih Kuat

Kesetaraan Gender

X&Y

Apakah Populasi Pria Yang Merasa Insecure Dengan Kesuksesan

Perempuannya Masih Banyak?

Lelaki itu Memang Aneh

Fakta Menyenangkan Tentang Pria

Curhat, Minta Solusi Atau Simpati?

Gadis Dalam Video itu

Virginitas dan Saya

Family

Untuk Wanita, Waspada Ketika Sudah Beranak Dua

Pernikahan Itu Sekolah Jangka Panjang

Aku Sayang Kamu (Dulu dan Sekarang Lain)

Karir VS Anak

She Just Taking Off Her High Heels

OOT

Rumput Tetangga Yang (Selalu) Terlihat Lebih Hijau

Reuni, Butuh Lebih Dari Percaya Diri

Maaf, Level Kita Beda!

Monster di Sekeliling Kita

Menjadi Perempuan Itu Kutukan?

Antara Cinta dan Nafsu Birahi

Nah, penasaran mau baca tulisan saya yang mana? Beli bukunya ya?

Untuk Pemesanan, silahkan hubungi :

Penerbit Sinergi Pustaka Indonesia Jln. Cijagra 1C No. 9, Buah Batu, Bandung.
CP: Yudi 081323046690 atau yudipublisher@gmail.com

Terimakasih ya Ngerumpi !!

Kawan-kawan,

Dibawah ini, saya akan menyajikan semacam “kaleidoskop” atau napak tilas perjalanan saya sepanjang melaksanakan aktifitas blogging sepanjang tahun 2009. Sekedar sebuah dokumentasi yang mudah-mudahan tidak sekedar untuk dikenang-kenang tapi juga bisa menjadi inspirasi serta motivasi menapak jejak di tahun mendatang

JANUARI 2009

Pada tanggal 17-18 Januari 2009, saya berkesempatan menghadiri Wordcamp Indonesia sebuah ajang pertemuan para pengguna dan developer blog Engine Wordpress di Indonesia (baca liputannya disini).

mematt

Saya berkesempatan bertemu dan berbincang dengan Matt Mullenweg, sang milyader muda dan penggagas wordpress blog engine terpopuler di dunia itu, yang sudah saya tulis pula di blog.

mematt-1

Tahun 2010, penyelenggaraan Wordcamp Indonesia akan dilaksanakan tanggal 30 Januari 2010 bertempat di auditorium Universitas Gunadarma Depok. Bila berminat ikut, Silahkan baca informasinya disini.

FEBRUARI 2009

Bersama kawan-kawan komunitas blogger Makassar,AngingMammiri, kami mulai mendiskusikan proyek buku “Sop Konro Bagi Jiwa”– kumpulan kisah-kisah inspiratif.

majalahtempo

Pada Majalah Tempo edisi 16-22 Februari 2009, saya menjadi salah satu responden mengenai “demam” Facebook yang tengah melanda bangsa ini.

Saya menyajikannya disini

Tanggal 21 Februari 2009, saya mengikuti Kopdar Perdana Blog Kompasiana yang dilaksanakan di Bentara Budaya Jakarta.

Di Bulan ini juga saya mendapatkan hadiah door price peluncuran Dell bulan Desember 2008 berupa 1 unit Netbook Dell Inspiron Mini 9. “Senjata Blogging” Terbaru saya itu saya namakan sebagai Delliani yang mendampingi Laptop Kantor saya Dell Latitude D630 yang sudah lebih dulu saya namai sebagai Delliana. Reportase dan Reviewnya saya tulis disini.

Kopdar Pertama ini dihadiri oleh sejumlah penggiat Kompasiana yang baru 4 bulan didirikan.  Sekitar 100-an orang menghadiri kegiatan ini. Saya menyajikan laporan soal kegiatan itu disini.

MARET 2009

kopdarbersamajk

Tanggal 19 Maret 2009, sebuah pengalaman berharga saya alami. Bertempat di Cafe Piazza di seberang Hotel Grand Mahakam saya dan sejumlah rekan blogger berkesempatan untuk kopdar bareng dengan Wapres RI Bapak HM.Jusuf Kalla.

Sekitar 60-an blogger diundang dan hadir dalam acara itu. Selain kawan-kawan blogger Makassar (Rara dan Piwing) juga hadir kawan-kawan blogger Kompasiana.

Di kesempatan tersebut saya menyampaikan buku saya “Warna-Warni Hidupku” dan buku pertama karya Komunitas Blogger Makassar “Ijo Anget-Anget”. Pak JK sangat antusias menerima Buku tersebut, termasuk pada akhirnya ikut mendukung dengan memberikan kata pengantar pada buku kedua Komunitas Blogger Makassar “Sop Konro Bagi Jiwa”. Laporan soal acara ini saya muat disini.

Di Bulan Maret ini, saya juga berhasil menggondol 3 hadiah sekaligus dalam lomba Gokil Dad yang diadakan oleh Penulis Buku Gokil Dad Iwok Abqary dan Penerbit Gradien Mediatama. Saya mendapatkan hadiah kaos Gokil Dad dan juga paket buku dari Gradien. Laporannya ada disini.

Continue Reading »

Hari ini, Rabu, 17 Desember 2009 adalah hari bersejarah bagi Komunitas Blogger Bekasi karena bertempat di Aula Sultan Kuningan Graha Telkom Gatot Subroto, telah ditandatangani perjanjian kerjasama antara Komunitas ini bersama pengelola jasa telekomunikasi terbesar di Indonesia, Telkom.

Saya dan Om Jay, sebagai Penasehat Komunitas Blogger Bekasi hadir dalam acara tersebut sebagai saksi penting ketika Mas Yulyanto, sekretaris Komunitas yang mewakili sang ketua Mas Aris Heru Utomo yang kebetulan sedang tugas ke luar negeri, menandatangani perjanjian kerjasama itu dengan Pak Teguh, GM Telkom Bekasi disaksikan oleh Direktur Konsumer Telkom Bapak I Nyoman G Wiryanata. Acara ini dirangkaikan dengan Grand Final Net Kuis Umroh yang diadakan Telkom sejak September lalu.

Isi Memorandum of Understanding (MoU) pada dasarnya adalah perjanjian kerjasama konstruktif untuk saling mendukung dalam setiap kegiatan Blogger Bekasi. Komitmen Telkom adalah memberikan dukungan penuh bagi segala aktifitas Komunitas Blogger Bekasi, dan demikian pula sebaliknya, komunitas Blogger Bekasi akan menjadi mitra strategis Telkom dalam sosialisasi program dan layanan Telkom yang baru saja memperkenalkan “new branding”-nya ini : The World in Your Hand.

Berikut foto-fotonya:
Continue Reading »

poster-online

Perayaan Ulang Tahun ketiga Komunitas Blogger Makassar Anging Mammiri, akan dilaksanakan pada Hari Minggu 6 Desember 2009, bertempat di Bloggers Cafe Jl.Perintis Kemerdekaan Km.8 No.28 Makassar. Acara yang bertajuk AngingMammiri Blogfest ini juga sekaligus “soft-launching” Buku Kedua Komunitas Blogger Makassar ‘SOP KONRO BAGI JIWA” (sebuah kehormatan tersendiri karena buku tersebut mendapatkan kata pengantar dari mantan Wapres RI yang juga seorang blogger di Kompasiana bapak HM.Jusuf Kalla)

sop-konro-img2

Acara ini dirangkaikan pula dengan talkshow bertema “Blog dan Budaya Pergaulan Virtual” yang menghadirkan Antyo Rentjoko, seorang blogger yang akrab dipanggil Paman Tyo, Andy Soekri Akmal seorang blogger di Kompasiana, mantan wartawan Harian Fajar dan kini jadi Pemimpin Redaksi Tabloid Transparan, serta Khalid Mustafa yang akrab dipanggil Daeng Kulle’ salah satu jajaran editor buku Sop Konro Bagi Jiwa serta aktif di lembaga SEAMOLEC.

Ketiga pembicara ini akan membahas mengenai berbagai hal mulai dari perkembangan blog hingga budaya pergaulan virtual yang belakangan ini marak menggunakan piranti-piranti social media dan microblogging. Acara yang akan dimulai pukul 08.00 pagi hingga 15.00 sore ini didukung oleh sejumlah sponsor seperti XL,Dagdigdug dot com, Bank Syariah Mandiri, SEAMOLEC, Perusahaan Hosting QWords, Astamedia Blogging School Makassar, Mawar Ads, dan EBS FM Radio.

Bagi yang berminat ikut, silahkan hubungi kontak person yang tertera pada poster diatas.

SELAMAT ULANG TAHUN KETIGA ANGINGMAMMIRI !!

cover buku Intelijen Bertawaf

cover buku Intelijen Bertawaf

Setelah buku Cat Rambut Orang Yahudi tulisan Chappy Hakim sukses diterbitkan dan sudah mengalami dua kali cetak ulang, kini satu buku karya Kompasianer lainnya, Prayitno Ramelan, diterbitkan dalam waktu dekat. Saat ini buku setebal kurang lebih 300 halaman dan diterbitkan Grasindo itu tengah dalam proses pencetakan. Dalam waktu dekat pula buku yang mengupas mengenai operasi intelijen dan terorisme Malaysia di Indonesia, siap masuk pasaran.

Diperkirakan, buku ini akan sukses di pasaran karena mengupas isu sensitif terkait kegiatan terorisme yang dilakukan intelijen Malaysia di Indonesia. Seperti kita ketahui, hubungan Indonesia-Malaysia kerap “demam” alias panas dingin karena klaim demi klaim khasanah budaya Indonesia oleh Malaysia. Isu terakhir paling panas ialah klaim tari pendet sebagai milik khasanah budaya Malaysia, meski belakangan hal itu dibantah pemerintah Kerajaan Malaysia.

Sebagai mantan perwira intel, Prayitno Ramelan yang dinobatkan sebagai “Bapak Blogger Publik Kompasiana” pada 22 Oktober 2009 lalu, mengupas detail dunia intelijen dan terorisme yang dilakukan Malaysia di Indonesia. Peristiwa pengeboman sejumlah fasilitas oleh teroris Malaysia, Noordin M Top dan Dr Azahari, menjadi kupasan mendalam buku ini. Pada sampul depan akan diterakan logo Kompasiana yang menunjukkan sumber asal tulisan, sedangkan saya dipercaya sebagai editor buku ini.

Continue Reading »

fotorizky1-bayiKejadian 7 tahun silam kembali membayang hari ini, saat menulis entry blog memperingati kelahiran putra pertama saya Muhammad Rizky Aulia Gobel, 25 November 2009. Saya masih ingat betul momentum-momentum indah dan mengesankan itu, seperti bagaimana terkejut dan terpukulnya saya ketika dr.Nining Haniyanti, SpOG yang menangani persalinan istri saya menyatakan bahwa jalan terbaik dan masuk akal yang mesti dilakukan untuk menolong kelahiran anak pertama saya–yang sudah kami nantikan setelah 3 tahun masa pernikahan–adalah melalui operasi Caesar.

Saya masih tidak percaya dan yakin persalinan istri saya akan berjalan normal. Namun akhirnya saya menyerah ketika dr.Nining menyatakan secara medis anak pertama saya itu mesti keluar “lewat jendela” karena kondisi fisik istri saya tidak memungkinkan. Saya menggenggam erat tangan istri saya untuk menguatkan hatinya serta mengalirkan ketenangan menghadapi saat-saat penting itu.  Perlahan saya mengelus perutnya pula dimana buah hati kami berdua bersemayam dan siap menyapa dunia hanya dalam hitungan beberapa jam kedepan.”Insya Allah, anak kita akan lahir selamat dan akan menemani kita disaat-saat akhir Ramadhan tahun ini. Jangan khawatir, saya akan temani kamu melalui ini, ” ucap saya lirih seraya mengecup kening istri saya yang hanya mengangguk pelan. Ketegangan terlihat diwajahnya. Sementara dada saya berkecamuk oleh berbagai perasaan : takut, panik dan cemas, campur aduk jadi satu.

Continue Reading »

samikuring-1Pertarungan hebat tanpa pertumpahan darah itu akhirnya dilaksanakan kemarin, Minggu, 25 November 2009 bertempat di lantai 2 Rumah Makan Sami Kuring Cikarang. Acara yang digelar oleh Komunitas Blogger Cikarang dan Cimart ini bertajuk “Duel Maut Blogger vs Joomla”.

Istilah acaranya memang terkesan “mengerikan” namun aslinya adalah sangat menyenangkan. Betapa tidak? Dalam Duel kali ini yang menampilkan saya yang mewakili kubu blogger dan Sandy H mewakili kubu Joomla berbagi ilmu membuat blog dan website secara cepat, instan dan efektif dengan menggunakan engine blog dan Joomla.

Saya yang datang bersama putra sulung saya, Rizky, tiba Jam 08.30 WIB cukup takjub menyaksikan antusiasme 50 peserta yang ikut dalam pelatihan ini. Hot Spot yang disiapkan oleh Rumah Makan Samikuring memang sangat mendukung koneksi internet. Bahkan untuk keperluan pelatihan ini, pihak CommNett penyedia jasa internet hotspot menambah kapasitas bandwithnya agar segala sesuatunya berjalan lancar. Pantas saja ketika saya coba koneksi internet wi-fi laptop saya, kemampuan aksesnya sangat cepat.

Continue Reading »

Older Posts »